Bersekutu Sesama Jiran

Sita Planasari A
http://www.tempointeraktif.com/

Suara tawa berderai memecah keheningan di aula Gedung IX Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Jumat pagi lalu. Derai tawa itu terhambur dari bibir hadirin karena celetukan penyair Djamal Tukimim asal Singapura setelah membaca karya-karyanya. “Memang saya tidak muda, tapi saya tetap muda,” teriak kakek empat cucu ini kepada hadirin. Continue reading “Bersekutu Sesama Jiran”

Krisis Identitas Sastra Indonesia dan Malaysia

Sita Planasari A
http://www.tempointeraktif.com

Banyak sudah karya sastra yang membahas krisis identitas dalam perilaku anak negeri seperti Salah Asuhan karya Abdoel Moeis, dan Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer. Ini juga terjadi pada cerita pendek dari negeri jiran, Salah Pimpin dan Cerita Sepanjang Jalan IX karya sastrawan Malaysia, Keris Mas. Perbandingan karya sastra Indonesia dan Malaysia dalam membidik krisis identitas tersebut menjadi salah satu tema yang dibahas dalam Konferensi Internasional Kesusasteraan yang digelar kemarin di Hotel Maharaja, Jakarta. Continue reading “Krisis Identitas Sastra Indonesia dan Malaysia”

Potret Islam dalam Budaya Modern

Sita Planasari A
http://www.tempointeraktif.com/

Perbincangan di Restoran Indus, Ubud, Senin siang lalu, berlangsung menarik. Pengunjung yang hadir dalam salah satu acara diskusi pada ajang Festival Ubud Writers 2006 tersebut membeludak dan didominasi pengunjung asal luar negeri.

Tema yang diusung memang merupakan salah satu masalah krusial yang tengah dihadapi dunia saat ini, yakni “Memahami Islam dalam Dunia Modern”. Para pembicara merupakan para penulis muslim dari berbagai negara. Continue reading “Potret Islam dalam Budaya Modern”

Religiositas Sehari-hari

Sita Planasari A
http://www.tempointeraktif.com/

Kibaran kain merah, putih, dan hijau dari jubah milik tiga penari darwis seakan menjadi api yang membara di atas panggung. Diiringi lantunan kata-kata pujian kepada Sang Khalik dalam dentuman nada disko, ketiga penari dari Yayasan Haqqani Indonesia itu berputar-putar pada satu titik, dengan wajah dan tangan tengadah. Continue reading “Religiositas Sehari-hari”

Puisi Gelap Holocaust

Sita Planasari A
http://www.korantempo.com/

Butuh waktu setahun untuk menggarap terjemahan karya-karya Celan.

Jakarta – Empat pria berjalan dalam temaram panggung. Kemudian ada yang terdiam, ada yang menandakkan kakinya hingga berbunyi seperti barisan serdadu yang tengah berbaris. Ada pula yang melayangkan cambuk ke udara hingga terdengar rintih suara manusia yang terluka dan seorang, yang lain terjerembab di lantai, berusaha merangkak dengan kepayahan. Continue reading “Puisi Gelap Holocaust”