PENGHILANGAN KATA DALAM KRITIK SASTRA INDONESIA (I-II)

Jawaban untuk bagian A. Pengantar esainya (makalahnya) Sofyan RH. Zaid

Nurel Javissyarqi

I
Selamat pagi Sastra Indonesia, KBBI online, Kamus W.J.S. Poerwadarminta, Hari Puisi Indonesia, MASTERA, Dewan Kesenian Riau. Pagi pula yang mengatakan “MMKI Ngawur.” Padahal bungkus plastik bukunya belum dibuka. Sakti kan? Namun bertindak tidak ilmiah. Tak lupa, pagi serta kepada pemateri yang belum memberi/mengirim makalahnya sampai acaranya kelewat jauh. Akhirnya, selamat pagi yang bungkam atas kritik. Continue reading “PENGHILANGAN KATA DALAM KRITIK SASTRA INDONESIA (I-II)”

Lamunan ke Brunel University, ataukah di UI?

Menjawab Siwi Dwi Saputro dan Iskandar Noe
Nurel Javissyarqi *

“Jadi, kawinlah dengan kenyataan, bukan dengan kritik.”
(“Kritik,” Jakob Sumardjo, Kumpulan Esai “Orang Baik Sulit Dicari,” Penerbit ITB: 1997).

I. Ke Brunel University, ataukah di Universitas Indonesia?

Mulanya saya baca di bagian muakhir yang ditaruh JS sendirian serupa paragraf terpencil; saya sangka kalimat dalam tanda petik tersebut semacam menyindir, namun terlambat terketahui oleh baru melihatnya di malam 17 Januari tahun ini. Continue reading “Lamunan ke Brunel University, ataukah di UI?”