Godi Suwarna, Hantu, dan Sastra Sunda

Soni Farid Maulana
cangra.multiply.com

Aya manuk ngagarapak dina hate
Luncat kana dahan ngarangrangan
Nu kasampak bulan tinggal bangkarakna
Bangkar dirurub ku indungpeuting

EMPAT larik puisi di atas dipetik dari puisi Maskumambang karya sastrawan Sunda Godi Suwarna. Puisi yang secara keseluruhan menggambarkan kegelisahan sang penyair yang dibayang-bayangi oleh maut itu, terdapat dalam kumpulan puisi tunggal Godi Suwarna yang pertama, yang diberi judul Jagat Alit. Continue reading “Godi Suwarna, Hantu, dan Sastra Sunda”

Fiksi Mini: Proses Tranformasi Kelisanan

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 4 Des 2011

Di depan pintu penjara terpasang tulisan: ada kamar kosong, kamar mandi di dalam.

“HOTEL Prodeo” begitu judul fiksi mini di atas, diposting oleh Yunus Kurus dalam akun grup terbuka Fiksi 140, dengan admin penyair Kurniawan Junaedhie, Susy Ayu dan Ana Mustamin di jejaring sosial Facebook. Akun tersebut yang dibuka sejak awal bulan November 2011 itu, hingga kini sudah beranggotakan 400 orang. Continue reading “Fiksi Mini: Proses Tranformasi Kelisanan”

Arus Kesadaran Rendra

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 27 Juni 2009

“RENDRA adalah pribadi yang menarik,” begitu kata Prof. Dr. A. Teeuw dalam suatu kesempatan di Leiden, pada tahun 1999 lalu. Saat itu, saya termasuk salah seorang penyair Indonesia yang diundang mengikuti Festival de Winternachten, di Den Haag, Belanda. Saya berkesempatan bertemu dengan Prof. Dr. A. Teeuw justru lewat Rendra. Tidak saya mungkiri, Rendra memiliki pribadi yang menarik, terbuka, dan mudah bergaul. Yang paling penting dari semua itu adalah, ia selalu murah hati dan tidak pelit dalam membagi ilmu yang dikuasainya. Continue reading “Arus Kesadaran Rendra”

H.B. JASSIN DAN DOKUMENTASI SASTRA INDONESIA

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 18 Juni 2010.

Tumbuh dan berkembangnya sastra Indonesia pada satu sisi, tidak lepas dari peran H.B. Jassin, yang pada zamannya menempatkan diri sebagai kritikus sastra. Apa yang ditulis, H.B. Jassin saat memberikan ulasan terhadap apa yang telah dibacanya itu, sebagaimana dikatakan novelis Mochtar Lubis dalam buku H.B. Jassin 70 Tahun (1987) tidak membunuh, melainkan memberikan motivasi. Tujuannya adalah, agar di kemudian hari, sastrawan yang diulas karyanya itu bisa menulis lebih baik lagi. Continue reading “H.B. JASSIN DAN DOKUMENTASI SASTRA INDONESIA”

Totalitas pada Proses Kreatif

Soni Farid Maulana
http://www.pikiran-rakyat.com/

POPO Iskandar bukanlah sekadar aset Bandung atau Jawa Barat. Ia adalah aset Indonesia. Popo Iskandar bukan hanya pelukis besar, tetapi juga figur penting yang pergumulannya dalam perubahan budaya negeri ini mengandung kedalaman dan bersifat paradig-matik. Tidak banyak pelukis yang selain produktif melahirkan adikarya, mampu pula mengartikulasikan renungan-renungan intelektualnya secara verbal dan tajam. Mestinya, menghormati Popo Iskandar memang tidak cukup hanya dengan mengoleksi luk-isan-lukisannya. Diperlukan pula kajian yang lebih mendalam atas khazanah pemikiran dan pergumulan kultural-nya. Continue reading “Totalitas pada Proses Kreatif”