Sastra “Kulon” Mengusung Primordialisme?

Surahmat
http://cetak.kompas.com/

Sastra Indonesia telah melampaui batas regionalnya. Meskipun demikian, sastrawan Indonesia masih arif memegang teguh nilai lokal dalam karyanya. Begitu pula sastrawan-sastrawan Banyumas. Banyumas sebenarnya terletak persis di tengah Jawa Tengah. Namun, karena pusat pemerintahan terpusat di Semarang (daerah wetan), Banyumas sering dikenal sebagai daerah kulon. Begitupun dalam peristilahan sastra, karya sastra Banyumas banyak dikenal sebagai sastra kulonan. Continue reading “Sastra “Kulon” Mengusung Primordialisme?”

Menunggu Kematian Parsun

Surahmat
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

GILA! Dia memintaku mencari Tuhan meski kupikir sebelumnya, mencari Tuhan adalah pekerjaan melelahkan. Mereka yang melakukan, belum tentu berhasil menjadi nabi atau rasul. Orang-orang yang tersesat malah jadi kafir, dipenjara atas tuduhan penistaan agama, atau dipergunjingkan karena murtad mengaku nabi. Mana mungkin aku menjadi nabi kalau Muhammad adalah yang terakhir? Continue reading “Menunggu Kematian Parsun”

Sambel Terasi Sastra Banyumas

Surahmat*
http://suaramerdeka.com/

BERAWAL dari kegelisahan Richard Oh, yang menulis artikel berjudul ?Dari Nietzsche ke Olimpiade Sastra? (Kompas, 11 Oktober 2008), kegelisahan mengenai peran sastra dalam pendidikan mulai terkuak.

Selanjutnya diketahui bahwa masalah yang dihadapi antara lain kurangnya minat siswa terhadap kajian sastra, kurangnya buku-buku sastra di sekolah, dan kemampuan guru dalam hal mengajar sastra. Continue reading “Sambel Terasi Sastra Banyumas”