LAYANG SELAYANG LAYANG

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Memagut aku memagut
Racutan gelanggang mengurai pulut
Mematut aku mematut
Bunga pengimbang lamun bertaut.

Ikhwan yang setiawan.
Banyak bayang-bayang yang sepanjang badan; tapi lebih banyak lagi bayang-bayang yang tak lagi mengindahkan badannya, malahan bersebadan dengan rayuan yang jauh di atas ukuran wujudiah. Cara bagaimana pun untuk mengekalkan carapandang seseorang di tengah dunianya, niscaya akan membikin kecut orang lain, jika kekerasan diucapkan sebagai bahasa inti. Namun demikian, tiada seorang pun ragu akan kekuatan pribadinya, jikalau dia memang punya kekuatan untuk terbang. Siapa dapat menghadang? Continue reading “LAYANG SELAYANG LAYANG”

SELAMAT JALAN MAS SUR

Herry Lamongan *

RPA Suryanto Sastroatmodjo dikenal sebagai pengarang sastra Jawa modern. Pernah mengasuh rubrik “Bokor Kencana” Harian Berita Nasional (Bernas), ialah rubrik tanya jawab tentang budaya Jawa. Penjaga gawang rubrik “Sampur Mataram” harian Kedaulatan Rakyat (KR) yang juga membahas masalah budaya Jawa. Dan mengetuai Paguyuban Macapat Selasa Kliwon di hotel Garuda Yogyakarta. Continue reading “SELAMAT JALAN MAS SUR”

“IPTEK MASAJAYA” DI LIMBUR PASAR

Suryanto Sastroatmodjo

Ketegangan antara doktrin yang abadi, dengan manifestasi dalam kehidupan pribadi dan sosial merupakan faktor utama dari dinamika Islami. Munculnya berbagai aliran pemikiran, mistikus dan mujtahid pada paruh akhir abad ke dua puluh ini, menunjukkan suatu pertanda betapa ketegangan yang kreatif antara doktrin yang abadi dan kemungkinan manifestasi yang beraneka ragam dapatlah berlangsung, disadari maupun tidak, suatu jalan baru, yang mungkin memiliki rentangan yang lebih lentur, tengah diretas.
Continue reading ““IPTEK MASAJAYA” DI LIMBUR PASAR”

SELIR, OH… SELIR

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Omong soal selir, pikiran pastilah langsung istri banyak. Paling tidak lebih dari satu. Tetapi istri lebih dari satu pastilah selir? Inilah yang menarik untuk disimak dan diperhatikan. Itu adalah gejala yang ada di masyarakat, yang kadang mengundang pro dan kontra. Biasa, seperti halnya hidup itu sendiri mengundang pro dan kontra. Lantas bagaimana tentang selir di tanah Jawa ini atau khususnya di seputaran kalangan kerabat raja yang disebut ningrat atau priyayi yang sering dijadikan panutan masyarakat. Continue reading “SELIR, OH… SELIR”