Gus Dur Mencapai Cita-Citanya

Syubah Asa *
gusdurian.net

SUATU kali Abdurrahman Wahid marah-marah kepada seorang tokoh Islam. Masalahnya, seorang wartawan TEMPO mengadu kepadanya. Ia dimarahi tokoh itu, karena datang ke rumahnya dengan cara melompat pagar pekarangan yang terkunci setelah tidak mendapat cara lain untuk masuk. Ini terjadi pada akhir 1970-an, zaman ketika telepon belum populer, sedangkan si wartawan memang punya janji dengan si tokoh. Mendengar pengaduan itu malah Gus Dur yang tersinggung dan membela si wartawan. “Sok kenes! Kebarat-baratan!” katanya, ditujukan kepada tokoh yang tidak mendengar kemarahannya itu. Continue reading “Gus Dur Mencapai Cita-Citanya”