Pentas Musik “Blacan Aromatic”: Ketika Gambus Mengiringi Tari Gaul

Taufik Ikram Jamil *
Riau Pos, 18 Des 2011

SUARA gambus, berjalin dengan akordion, marwas, dan bebano, yang melantunkan nada zapin, terdengar lincah di bawah cahaya temaram. Tak seberapa lama kemudian, dua remaja —beranting-anting dan bercelana ketat sampai ke lutut dengan kemeja yang molor pula— muncul dari arah berlawanan. Saling lambai dan senyum, mereka kemudian membuat gerak-gerak patah di kaki maupun tangan yang oleh “anak gaul” kini disebut dengan modern dance, seperti menyambut suara dari alat musik tradisional Melayu itu. Continue reading “Pentas Musik “Blacan Aromatic”: Ketika Gambus Mengiringi Tari Gaul”

Mengakhiri Pembiaran Sastra

Taufik Ikram Jamil *
Kompas, 29 Des 2012

Jauh dari perhatian publik, akhir November lalu terjadi dua peristiwa kesusastraan yang patut mendapat catatan di Indonesia. Hanya berselang lima hari setelah pendeklarasian Hari Puisi Indonesia di Pekanbaru, 22 November, di Makassar berlangsung Pertemuan Pengarang Indonesia pada 25-27 November.

Dua peristiwa tersebut dapat dikatakan sebagai upaya pemartabatan sastra dengan segala ironi yang melatarbelakanginya. Continue reading “Mengakhiri Pembiaran Sastra”

Bahasa »