Taufik Ikram Jamil *
Riau Pos, 18 Des 2011
SUARA gambus, berjalin dengan akordion, marwas, dan bebano, yang melantunkan nada zapin, terdengar lincah di bawah cahaya temaram. Tak seberapa lama kemudian, dua remaja —beranting-anting dan bercelana ketat sampai ke lutut dengan kemeja yang molor pula— muncul dari arah berlawanan. Saling lambai dan senyum, mereka kemudian membuat gerak-gerak patah di kaki maupun tangan yang oleh “anak gaul” kini disebut dengan modern dance, seperti menyambut suara dari alat musik tradisional Melayu itu. Continue reading “Pentas Musik “Blacan Aromatic”: Ketika Gambus Mengiringi Tari Gaul”


