Teuntra Atom, Anak Haram Konflik Aceh

Thayeb Loh Angen *
blog.harian-aceh.com

Novel Teuntra Atom telah beredar di Aceh, Medan dan Jakarta, segera dilaunchingkan pada 14 Februari 2010 di International Boarding School Fajar Hidayah, Blang Bintang Aceh Besar. Acara launching dan bedah novel tersebut bertajuk “14 Februari Hari Bahasa untuk Perdamaian,” yang acara utamanya workshop menulis untuk remaja. Continue reading “Teuntra Atom, Anak Haram Konflik Aceh”

Sastra di Aceh Sedang Sakit

Thayeb Loh Angen
http://blog.harian-aceh.com/

?Jadilah perubahan yang anda ingin saksikan di dunia.? Mohandas K Ghandi.
Terlepas dari semua khayalan tentang masa silam, tentang Hamzah Fansuri yang agung, simpanlah ephoria jaya itu. Kini pikirkanlah yang sedang terjadi dan menuju ke arah manakah sastra di Aceh. Menuju puluralisme keacehan atau menuju pada kejumudan yang picik. Continue reading “Sastra di Aceh Sedang Sakit”

Perang Sastra

Thayeb Loh Angen
aceh.tribunnews.com

Hal seru sedang terjadi dalam dunia sastra di Aceh. Seragamnya aliran kesusasteraan seperti masa gemilangnya sastra Aceh yang mengangkat aksara Melayu tampaknya telah tumbang. Dalam dekade sebelumnya, walau genre yang membentuknya berbeda, sastra di Aceh masih memiliki aliran serumpun. Namun kini, aliran mazhab tersebut telah terkuak jelas. Continue reading “Perang Sastra”

Karya dan Inspirasi

Thayeb Loh Angen
blog.harian-aceh.com

Deraan bencana buatan manusia (perang) dan bencana alam (hantaman laut) telah menjadi isi karya seni di Aceh. Percintaan pun mendominasi hasil karya-karya tersebut, tapi yang paling mendominasi adalah “gun and rose” (senjata dan bunga (gadis).
***

Lahirnya novel-novel dan cerpen serta puisi bertema perang adalah sebuah contoh bahwa perang telah menjadi luka yang tidak terobati di Aceh. Tidak seorang pun bisa mengobati ini selain yang terluka memaafkannya. Continue reading “Karya dan Inspirasi”

Membudayakan Sastra di Aceh

Thayeb Loh Angen *
http://blog.harian-aceh.com/

LOMBA menulis sastra seperti lomba menulis puisi, cerpen, naskah drama, naskah sandiwara atau lomba menulis novel penting dilaksanakan untuk membangkitkan gairah peminat sastra dan memajukan peradaban. Sebuah kawasan atau negara maju selalu diiringi kemajuan dunia seni khususnya sastra, bahkan sering dimulai dari maju sastra dulu baru maju negeri. Sastra adalah peradaban yang mengarah kepada budaya, dan jika menulis sastra sudah membudaya dalam suatu kawasan atau negeri, maka saat itulah negeri tersebut maju. Continue reading “Membudayakan Sastra di Aceh”