Manunggaling Kawulo-Gusti

Theresia Purbandini
Jurnal Nasional, 14 Sep 2008

ABDUL Hadi WM pernah melahirkan kumpulan puisi yang begitu pekat diwarnai pemikiran tasawuf Islam. Kumpulan puisi tersebut, Meditasi, memenangkan hadiah buku puisi terbaik Dewan Kesenian Jakarta 1978. Lalu, bukunya yang juga banyak mendapat perhatian, Hamzah Fansuri, Penyair Sufi Aceh, melukiskan kecenderungan pemikiran sufistiknya. Continue reading “Manunggaling Kawulo-Gusti”

Formalisme dan Simbolisme

Theresia Purbandini
Jurnal Nasional, 31 Agus 2008

BEN Sohib, penulis buku The Da Peci Code, mengatakan prosa Islami karya Hamka dan AA Navis mengandung nilai-nilai luhur, moral, etika yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam. Namun sebuah prosa bernapaskan Islam tak melulu hanya berisikan ajaran agama Islam secara simbolik. Selama mengandung nilai-nilai yang sepaham dengan ajaran Islam, maka sebuah prosa dapat saja dikatakan prosa islami. Continue reading “Formalisme dan Simbolisme”

Pendobrak Pintu Cerpen Indonesia

Theresia Purbandini
http://jurnalnasional.com/

Perjalanan hidup Danarto kaya dengan pengalaman di dalam dan di luar negeri. Selain sebagai sastrawan, ia dikenal juga sebagai pelukis, yang memang ditekuni sejak masa muda. Sebagai pelukis ia pernah mengadakan pameran di beberapa kota. Sebagai sastrawan ia juga pernah mengikuti program penulisan di luar negeri di antaranya di Kyoto, Jepang. Continue reading “Pendobrak Pintu Cerpen Indonesia”

Gading Retak Sastra Maya

Theresia Purbandini
http://jurnalnasional.com/

Di tengah minimnya apresiasi terhadap dunia sastra, muncullah karya-karya sastra yang diciptakan oleh sastrawan-sastrawan yang eksis melalui dunia maya. Perspektif mereka sebagai sastrawan dihadirkan pada ruang-ruang situs dengan segala kemungkinan dan keberagaman yang mereka miliki. Continue reading “Gading Retak Sastra Maya”