Suparto Brata, Begawan Sastra Jawa

Tito Setyo Budi *
Kompas, 31 Jan 2016

Ada tiga nama besar yang tergolong pengarang anapas landhung (memiliki napas panjang, artinya mampu membuat cerita-cerita panjang) dalam sastra Jawa modern, yaitu Esmiet, Tamsir AS, dan Suparto Brata. Ketiganyalah yang secara bergantian mengisi lembar-lembar cerita bersambung di tiga majalah berbahasa Jawa terkemuka, yaitu Panjebar Semangat dan Jaya Baya (keduanya terbitan Surabaya) serta Djaka Lodang (terbitan Yogyakarta), dalam kurun waktu tiga dasawarsa, dari tahun 1960-an hingga 1980-an. Continue reading “Suparto Brata, Begawan Sastra Jawa”