Penyair-penyair Jawa Timur Terabaikan

Catatan Kecil dari Festival Puisi Internasional
Tjahjono Widarmanto
14 Mei 2002, Kompas Jawa Timur

SEBUAH pesta kebudayaan baru saja lalu. Selama dua minggu, dari tanggal 1-13 April 2002, di tiga kota di Indonesia (Bandung, Surakarta, dan Makassar) digelar sebuah acara baca puisi antarbangsa yang diberi tajuk Festival Puisi Internasional Indonesia 2002. Festival ini melibatkan 45 penyair dari delapan negara, yaitu empat negara Eropa (Jerman, Belanda, Austria, dan Irlandia), tiga negara Asia (Jepang, Malaysia, dan tuan rumah Indonesia), serta satu negara Afrika (Afrika Selatan). Continue reading “Penyair-penyair Jawa Timur Terabaikan”

PATUNG SANG GUBERNUR

Tjahjono Widarmanto
http://www.surabayapost.co.id/

Lelaki yang duduk di kursi malas di sudut ruangan itu berusia sekitar lima puluh lima tahun ke atas. Wajahnya tampak lelah, namun masih segar dan gagah. Hanya keriput di sekitar mata dan leher yang tak dapat menyembunyikan kesenjaannya. Tubuh yang tambun dengan lemak yang bergelambir di perut dan leher semakin menunjukkan kesenjaannya.

?Mi?Mi..Mami!? tiba-tiba lelaki itu berteriak keras, sambil terbatuk.

?Ada apa Pi,? terdengar suara lembut dari seorang perempuan yang muncul dari balik pintu. Perempuan itu usianya sudah melewati separo baya mengenakan baju hangat warna hijau, datang tergopoh. Continue reading “PATUNG SANG GUBERNUR”

Kebudayaan, Kekuasaan, dan Kemajemukan

Tjahjono Widarmanto
http://www.lampungpost.com/ dan
http://www.suarakarya-online.com/

Kebudayaan adalah warisan kita yang diturunkan tanpa surat wasiat (Rene Char, Penyair Perancis)

Kebudayaan merupakan sebuah konsep yang paling rumit. Pada mulanya, kebudayaan adalah nasib dan baru kemudian manusia menganggapnya sebagai sebuah tugas. Saat dianggap sebagai tugas itulah kebudayaan mengalami pembaruan yang terus-menerus. Continue reading “Kebudayaan, Kekuasaan, dan Kemajemukan”

Wayang dan Sastra Indonesia Mutakhir

Tjahjono Widarmanto
http://www.suarakarya-online.com/

Tak dapat disangkal bahwa genre seni tradisi pertunjukan yang paling banyak dieksplorasi oleh para sastrawan mutakhir Indonesia adalah wayang. Prototipe wayang itu sendiri sering disebut sebagai puncak seni tradisional klasik Jawa, bahkan mendapat gelar adiluhung. Dalam masyarakat Jawa, kisah-kisah dalam wayang tak sekedar hiburan belaka, namun juga dianggap sebagai tuntunan. Dianggap sebagai ngelmu atau falsafah kehidupan yang bisa memberi katarsis bagi para penontonnya. Continue reading “Wayang dan Sastra Indonesia Mutakhir”