Kebangsaan, Keberaksaraan, dan Kesusastraan

Tjahjono Widarmanto*
http://www.surabayapost.co.id

Sejarah mencatat bahwa setiap kebangkitan bangsa di manapun di muka bumi ini selalu berawal dari gerakan intelektualitas. Itu berarti kebangkitan suatu bangsa selalu bermula dari kebudayaan. Dan setiap kebangkitan intelektualitas selalu dimulai dari sebuah keterpesonaan kepada ?tanda?. Tanda baru inilah yang berwujud sebagai bahasa yang menjadi pemantik api bagi kegandrungan pada harapan masa depan. Continue reading “Kebangsaan, Keberaksaraan, dan Kesusastraan”

Empat Citra Perempuan dalam Sastra Kita

Tjahjono Widarmanto
http://republika.co.id/

Perempuan kita yang pertama berasal dari dusun di pelosok Gunung Kidul, wilayah yang mendapat stigma sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia: Pariyem. Dia adalah tokoh dalam prosa lirik Linus Suryadi AG, Pengakuan Pariyem, perempuan Jawa yang merasa sangat beruntung dapat menjadi pembantu rumah tangga seorang priyayi. Continue reading “Empat Citra Perempuan dalam Sastra Kita”

Puisi-Puisi Cinta Chairil yang Menggetarkan

Tjahjono Widarmanto
http://www.sinarharapan.co.id/

Memperbincangkan kesusastraan Indonesia, mustahil tanpa menyebut sosok Chairil Anwar. Namanya menjadi bagian tak terpisahkan bagi terbentuknya identitas kesusastraan Indonesia, khususnya identitas sastra puisi Indonesia. Sampai sekarang namanya menjadi mitos dan paling banyak diperbincangkan dalam khazanah sastra Indonesia. Continue reading “Puisi-Puisi Cinta Chairil yang Menggetarkan”