Pembaca-Penulis: Ruang Interpretasi Tanpa Henti

Tjahjono Widarmanto*
http://www.suarakarya-online.com/

Todorov pada abad ke-18 pernah berseru, bahwa sebuah teks adalah sebuah piknik. Seorang penulis mengkristalkan pikiran-pikiran di kepalanya, di otaknya, ke dalam wujudnya yang baru: ‘kata-kata’.

Melalui kata-kata itulah ditawarkannya pikirannya kepada pembaca yang datang dengan khazanah dalam kepala dan pikirannya. Continue reading “Pembaca-Penulis: Ruang Interpretasi Tanpa Henti”

Estetika Sufistik dan Sastra Indonesia

Tjahjono Widarmanto
http://www.pikiran-rakyat.com/

SUATU teks disebut sebagai karya sastra apabila mampu memberikan kepada pembacanya suatu pemahaman baru dan mendalam tentang kompleksitas kehidupan manusia. Teks tersebut harus sanggup menjalin interkomunikasi antara hakikat realitas dan hati sanubari. Harus dapat menampilkan suatu segi dari realitas yang belum seutuhnya diketahui, realitas paling abstrak, yang sanggup membangun kesadaran kontemplatif tentang apa hakikat hidup, kehidupan, manusia, dan kemanusiaan. Continue reading “Estetika Sufistik dan Sastra Indonesia”