Perut

Yanusa Nugroho
Jawa Pos, 03 Feb 2008

Malam larut, pekat, panas seperti ter. Tak ada udara yang mau bergerak, dan orang-orang itu pun seperti kehilangan pikiran.

Sementara laki-laki itu sendiri bahkan tak punya sebatang rokok pun untuk diisap. Kemarin, istrinya marah besar. Mungkin kesurupan roh Betari Durga. Semua dikutuknya. Bahkan tempayan kosong mereka, yang sudah beberapa bulan ini tak sempat terisi apa-apa itu, dikutuknya habis-habisan. Untunglah, kutukannya tidak manjur, sehingga tempayan itu tetap berujud tempayan. Continue reading “Perut”

Tangga Cahaya…

Yanusa Nugroho *
jawapos.co.id

DI mataku, bumi dan langit dihubungkan dengan begitu banyak tangga. Hanya tangga, terbuat dari -entah apa bahannya– namun, sesuai dengan pengetahuanku, rasanya, mirip cahaya. Ya, cahaya. Agar mudah otakmu menerima gambaran yang kuberikan, maka, mungkin aku menyebutnya seperti cahaya neon (meskipun, menurutku, itu masih jauh dari apa yang kusaksikan ini). Continue reading “Tangga Cahaya…”

Tentang Ayam Jantan yang Jatuh Cinta pada Bulan

(Kepada: Sujiwo Tejo, Ags Arya Dipayana, dan Nanang Hape)

Yanusa Nugroho
jawapos.com

”BULAN purnama,” begitu bisik seekor musang, sesaat ketika hendak menggigit leher ayam jantan muda itu, ”…memberimu pesona luar biasa. Sungguh malang, makhluk di bumi ini yang tak bisa bahkan menyaksikan cahayanya. Seperti kau ini…” Lalu musang pun tergelak-gelak penuh kemenangan. Continue reading “Tentang Ayam Jantan yang Jatuh Cinta pada Bulan”