Membaca Telapak Tangan Yasunari Kawabata

Fatah Anshori *

Setelah Haruki Murakami, penulis Jepang selanjutnya yang saya baca adalah Yasunari Kawabata (YK). Jujur saya tak banyak tahu tentang sastra Jepang. Yang membuat saya membaca kumpulan cerpen di Cerita-Cerita Telapak Tangan (CCTT), salah satunya, karena Kata Pengantar yang diberikan Bernard Batubara. Bagimanapun sebuah komentar dari tokoh tentang suatu buku bagi saya sangat mempengaruhi untuk kemudian membacanya. Di sana ia mengaku skeptis terhadap cerpen-cerpen YK. Apalagi ini cerpen-cerpen pendek yang katanya muat jika dituliskan di telapak tangan. Continue reading “Membaca Telapak Tangan Yasunari Kawabata”

Yasunari Kawabata (1899-1972)

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/?p=313

Yasunari Kawabata, lahir di Osaka 14 Juni 1899, meninggal di Kamakura 16 April 1972. Novelis Jepang yang prosa liriknya memenangkan Nobel Sastra 1968. Usia dua tahun yatim, lantas tinggal bersama kakek-neneknya. Neneknya meninggal ketika ia berusia 7 tahun, kakak perempuannya hanya sekali dijumpai setelah kematian orangtuanya, meninggal ketika Kawabata berusia 10 tahun, dan kakeknya ketika ia berusia 15 tahun. Pindah ke keluarga ibu, Januari 1916 ke asrama setara SMP, yang bolak-balik menaiki kereta api. Continue reading “Yasunari Kawabata (1899-1972)”