INTEGRASI KE-MADURA-AN DALAM PUISI DAN DIRI

Matroni Musèrang *

Dalam tulisan ini saya akan mencoba berkenalan dengan penyair Madura yang tidak menetap di tanah kelahirannya, namun rasa Maduranya masih kental dan manis. Di komunitas ‘Kutub’ Pondok Pesantren Hasyim Asy’arie Yogyakarta, saya berguru kepada tiga penyair Pulau Garam “Madura,” Mahwi Air Tawar, Salman Rusydie Anwar, dan Ahmad Muchlis Amrin, di samping juga kepada pengasuh K.H. Zainal Arifin Thaha (alm) dan Kuswaidi Syafi’ie, Evi Idawati, Raudal Tanjung Banua, Joni Ariadinata, tetapi tulisan ini hanya focus pada tiga penyair yang sama-sama memiliki ciri khas dalam menulis puisi. Continue reading “INTEGRASI KE-MADURA-AN DALAM PUISI DAN DIRI”

Ponpes Hasyim Asy’ari, Pesantren Sastra di Yogyakarta

Yopi Setia Umbara *
pendidikanislam.id

Di selatan Yogyakarta, di jalur menuju ke Pantai Parangtritis, terdapat sebuah pondok pesantren yang cukup unik. Keunikan pesantren ini adalah pada kegiatan rutin yang mereka laksanakan. Di antara kajian keagamaan, mereka juga memiliki kajian kesusastraan yang rutin digelar seminggu sekali pada setiap Jumat malam. Continue reading “Ponpes Hasyim Asy’ari, Pesantren Sastra di Yogyakarta”

Hidayaturrahmah

Zainal Arifin Thoha
kr.co.id

LAMA sudah sebenarnya orangtuaku, terutama ayah, menyuruhku agar segera berbaiat dan masuk tarekat, sebagaimana tarekat yang dianut oleh orangtuaku. Namun sejauh itu, aku belum juga melaksanakan permintaan beliau. Bukan aku bermaksud membantah dan apalagi menentang perintah orangtua, melainkan aku merasa bahwa diriku masih terlalu muda. Selain itu, aku pernah bermimpi, dan mimpiku itu menurut guruku adalah bagian dari tarekat. Dan aku, rupanya, lebih sreg atau merasa puas dengan pendapat guruku. Continue reading “Hidayaturrahmah”