Ahmadun Yosi Herfanda: Karya Sastra di Ruang Digital Makin Anarkistis

Irwan Kelana
republika.co.id, 13 Jan 2021

Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda mengatakan karya-karya sastra yang muncul di ruang digital makin anarkis. “Anarkisme estetika makin kuat. Makin banyak puisi yang tidak estetik. Bahkan, ada novel yang cenderung porno,” kata Ahmadun dalam diskusi “Sastra Setelah Media Cetak Tiada” yang diadakan oleh Imaji Indonesia dan Majalah Sastra Imajisia, Sabtu (9/1) melalui aplikasi Google Meeting. Continue reading “Ahmadun Yosi Herfanda: Karya Sastra di Ruang Digital Makin Anarkistis”

Sastra dan Negara: Pengalaman Tasikmalaya

Acep Zamzam Noor *
Makalah KIK HISKI XX 2009, Bandung, 5-7 Agu 2009

LAHIRNYA Indonesia sebagai bangsa tak bisa dilepaskan dari karya sastra, khususnya puisi. Pada tanggal 28 Oktober 1928 sejumlah anak muda yang mempunyai naluri kepenyairan berkumpul dan secara kolektif berimajinasi tentang sebuah bangsa. Secara kolektif pula mereka menulis sebuah puisi yang indah, yang sekarang kita kenal sebagai “Sumpah Pemuda”. Sebuah puisi yang mengimajinasikan sesuatu yang waktu itu belum ada, bahkan mungkin belum terbayangkan di pikiran banyak orang: bangsa, tanah air dan bahasa. Continue reading “Sastra dan Negara: Pengalaman Tasikmalaya”

Rudapaksa

Asep Rahmat Hidayat *
badanbahasa.kemdikbud.go.id

Kata rudapaksa semakin sering digunakan dalam berita. Ketika kata itu diketikkan pada peramban Google muncul 665 ribu tautan dalam waktu 0.32 detik saja. Umumnya tautan berisi berita tentang pemerkosaan. Ketika kata itu ditambahkan dengan kata trauma, peramban memunculkan 120 ribu tautan dalam waktu yang sama terkait ranah Hal itu menunjukkan umumnya kata rudapaksa digunakan dalam konteks pemerkosaan. Oleh karena itu, ada pengguna bahasa yang mempertanyakan penggunaan kata rudapaksa yang menurutnya merupakan bentuk eufemisme dari kata perkosa atau pemerkosaan. Continue reading “Rudapaksa”

Mendekatkan Dongeng pada Kurikulum

Riduan Situmorang *
badanbahasa.kemdikbud.go.id

Apa spesialnya dongeng sehingga diperingati secara internasional (20 Maret) dan nasional (28 November)? Dilansir dari kemdikbud.go.id, mendongeng bukan hanya kegiatan menidurkan anak, melainkan juga upaya meningkatkan perkembangan pada otak kanan anak yang, antara lain, berfungsi dalam hal psikologi, emosi, serta imajinasi. Dalam jurnalnya yang bertajuk “Why Story Telling Matters: Unveiling the Litteracy Benefits of Storytelling”, sekurang-kurangnya Profesor Denise E. Agosto sampai pada sebuah simpulan bahwa mendongeng merupakan metode ideal untuk memperkenalkan pendidikan kepada anak-anak kecil. Continue reading “Mendekatkan Dongeng pada Kurikulum”

ONAR

Asep Rahmat Hidayat *
badanbahasa.kemdikbud.go.id

Kata onar telah melahirkan “keonaran” itu sendiri. Pasal keonaran diujikan ke Mahkamah Konstitusi. Makna dan tafsirnya didiskusikan hingga di ruang pengadilan. Kata dan makna onar tampaknya hidup dalam Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan kamus karena dalam korpus kata itu selalu berpusar pada keduanya. Continue reading “ONAR”