Posted by PuJa on August 31, 2008
A. Rodhi Murtadho Sepatu berbau busuk. Kembang sepatu berwarna merah. Pemandangan yang selalu ada di setiap hari Minggu. Di antara teriknya sinar matahari dan angin yang terus mengalir pada kesunyian yang membawa bau busuk sepatu. Tentu saja bau itu menjalar ke mana-mana. Yang pasti ke rumahku. Sebagai tetangga yang berdempetan. Bahkan halamannya juga hampir menjadi [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
AS Sumbawi Sore itu kami pergi ke rumah paman yang baru pulang dari Cina. Sementara Mbok Darti dan seekor kucing tinggal di rumah. Mbok Darti kira-kira berumur enam puluh lima tahun. Kata ibu, dia sudah puluhan tahun menjadi pembantu di rumah kami. Mengurus kebutuhan harian keluarga kami. Dan sejak masih bayi, aku diurus oleh Mbok [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Judul Buku: Kitab Para Malaikat Pengarang : Nurel Javissyarqi Pengantar : Maman S. Mahayana Epilog : Herry Lamongan Jenis Buku: Antologi Puisi Tunggal Penerbit : PUstaka puJAngga Tebal Buku: x+130hlm;15,5×23,5cm Peresensi : Imamuddin SA Hidup di dunia ini merupakan sebuah rangkaian perjalanan panjang namun sejenak.
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Fahrudin Nasrulloh diambil dari Suara Merdeka 24, 08, 2008 TAK disangkal cerita ini terus berseliweran bergeliut sawang tak terkuburkan. Menjelma roh cenayang pencilakan berkabut sengir yang menyelimuti para penggila kronik Kompeni-Keraton Jawa. Ya, pada siang jahanam 8 Februari 1686 di Carta Seora, Kapten Tack dibantai Surapati dan gerombolannya, sehingga Kompeni me-marabi mereka, ”Bandit-bandit berlidah anjing [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Suryanto Sastroatmodjo Sungguh menderaslah air merayapi setingkap kini Kala pergumulan tetes-tetes perlawatan menemu perih Dan senjakala yang meneteskan likur-lingir Mendatang jelang serakit tualang
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi Waktu-Waktu Yang Digaris Bawahi Setelah beberapa waktu perjalankan tubuh keliaran imaji menerka kejadian lalu di sekitar pengembaraan, sebagai mata uang lain selain membaca buku. Persoalan terfokus di satu titik perasaan, kejadian obyektif bagi bahan pengulangan demi meyakinkan observasi mencapai tangga lebih tinggi, lompatan menuju dunia ide.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 29, 2008
Haris del Hakim Purwani menjatuhkan dua butir jagung di atas tanah yang telah di-cebloki. Angin sawah musim kemarau yang panas menembus kain bajunya. Keringat menetes dari dahinya. Kulitnya yang sawo matang tampak semakin gelap mendapatkan sinar pantulan dari tanah yang coklat. Sementara itu, suaminya terus menjatuhkan batang kayu yang berfungsi untuk membuat lubang di atas [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Herry Lamongan RPA Suryanto Sastroatmodjo dikenal sebagai pengarang sastra Jawa modern. Pernah mengasuh rubrik “Bokor Kencana” Harian Berita Nasional (Bernas), ialah rubrik tanya jawab tentang budaya Jawa. Penjaga gawang rubrik “Sampur Mataram” harian Kedaulatan Rakyat (KR) yang juga membahas masalah budaya Jawa. Dan mengetuai Paguyuban Macapat Selasa Kliwon di hotel Garuda Yogyakarta.
Filed under: Canting
1 Comment »