Posted by PuJa on May 13, 2012
KELOPAK RINDU kau ricau rindu yang meracau risau tajam menghunjam selancip pisau kerakau kenang dalam kuncup hidup menggali jantungmu dengan derap degup kau kelopak cinta yang terkepak bebas ranum seharum kuntum bebunga
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on May 10, 2012
SUNYI FANA kubaca tubuh fanamu dengan abjad yang berderap sebab aku takjub pada seluruh hidup yang berdegup kupersembahkan diriku kepada kau yang penuh olehku karena aku adalah udara yang kali pertama kau hela kurenangi ruh dan tubuhmu agar kau tak berpeluh meski kau jauh namun kau hendak selalu kusentuh
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://www.suarakarya-online.com/ Gulali Merah untuk Adikku Pagi hari bulan putih mengintip resah membiarkan jalan-jalan basah Seorang gadis kecil bermain dengan payungnya Di taman tak ada burung berebut pakan adikku berlari, menyaksikan debu yang terbang menanti kawan yang hilang “Sudah senja, dik” adikku berpangku di bangku taman “Penjual gulali akan datang
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on April 16, 2012
_Kedaulatan Rakyat, 20 Des 2009 RINDU MEREBUS SEMBAHYANG 1 laut lengang karang diam ombak hentikan buih-buihnya bercumbu di tepian nun, perahu bersayap zikir, tafakur menghikmati ikan-ikan pulang.
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on March 25, 2012
http://www.lampungpost.com/ di sepanjang jalan di sebuah kota tak bernama angin melambat lamat lamat mengucap lelaku bebayang pada pohon hujan kian menggeliati tubuhnya lampu padam sekitar sejam yang lalu mencakar kenangan merah jambu yang begitu masygul bersemu biru tak ada catatan yang kau buat di dinding dinding kota hari ini hanya sisa cemas yang terus menggelantung [...]
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on March 15, 2012
Denny Mizhar I di lintasan waktuMu terlarut dalam tanya takdirMu. memecahkan tubuh yang tumbuh dalam kota tua. kerapuhan lahir dari masa lalu yang ditetaskan ingatan pada jalan hitam membaca tanda-tanda.
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
TELAGA RINDU * Berperahu di tenang telaga, meniup suling dengan nada merdu Langit biru yang indah, di pinggir telaga kebun buah-buahan subur Adalah nyanyian kalbu diam-diam melukis wajah kekasih Berbantal cincin hati kemala Bekerja, terpisah jarak dengan keluarga Di kota akhir-akhir ini pesona koin bak mandi madu kibasan bulu merak
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on February 14, 2012
Kabut di Trowulan Kesiur angin ketuk malammalam paripurna Bulan Juli mengering Singgah di pucukpucuk tunas Trowulan yang menulis ingatan Halimun berkerubung, ngungun Mendekatkan aku pada wajahwajah masa lalu Mahapatih Gadjahmada– Dyah Ayu Pitaloka
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on February 11, 2012
http://oase.kompas.com/ Call Its From The Blues Mereka bilang aku minggu siang yang tak pernah lelah Sementara buku jariku sering berdarah Memetik senar hingga sayap jiwaku terbang Mencabik senar hingga paruh jiwaku patah
Filed under: Puisi