PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (22)

: Peranan Sastrawan Perempuan yang Kabur dalam Historiografi Sastra

Djoko Saryono *

/1/
Bukan hanya sosok sastrawan perempuan Indonesia yang masih dituliskan relatif samar dalam historiografi sastra Indonesia, tetapi juga peranan sastrawan perempuan Indonesia juga masih dituliskan agak kabur, artinya belum sepadan dengan apa yang telah mereka lakukan, dalam historiohgrafi sastra Indonesia. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (22)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (21)

: Sosok Samar Cerpenis Perempuan dalam Historiografi Sastra

Djoko Saryono

Dalam perspektif gender, ditemukan sosok samar sastrawan perempuan dalam sejarah sastra dan historiografi sastra Indonesia, walaupun sastrawan perempuan hadir dan berkiprah lebih awal daripada sastrawan laki-laki. Hal ini dapat disimak dalam dunia percerpenan Indonesia. Pertanyaan pokoknya, Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (21)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (20)

: Sastrawan Perempuan Terpingit dalam Sejarah Sastra Indonesia?

Djoko Saryono *

Kalau kita tarik mundur berdasarkan kemelayuan, embrio sastra Indonesia sudah tampak jelas pada paruh kedua Abad XIX. Bisa dikatakan bahwa pada akhir Abad XIX sudah publikasi karya sastra berupa cerpen, roman [novel], dan puisi yang bercitra dan bersemangat Indonesia atau minimal bisa diidentifikasi telah membayangkan keindonesiaan. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (20)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (19)

: Sejarah Sastra Indonesia yang Maskulin?
Djoko Saryono

Gambaran ketimpangan peran gender – yaitu ketidakseimbangan hubungan peran gender maskulin dengan peran gender feminin – dalam historiografi sastra Indonesia tersebut mengakibatkan timbulnya kesan atau anggapan bahwa perempuan Indonesia tak berbakat dan cocok menjadi sastrawan Indonesia. Anggapan ini demikian meluas dalam dunia kesusastraan Indonesia. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (19)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (18)

: Sejarah Sastra Indonesia yang Patriarki?

Djoko Saryono

Terlepas dari persoalan titimangsa atau mula sastra Indonesia, yang masih perlu didiskusikan lebih lanjut, satu kenyataan gamblang yang harus kita lihat dalam kerangkan penulisan sejarah sastra Indonesia ialah kenyataan bahwa kaum perempuan Indonesia telah berpartisipasi aktif atau proaktif dalam dunia sastra Indonesia. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (18)”