Posted by PuJa on January 21, 2012
Goenawan Mohamad http://majalah.tempointeraktif.com/ ON THE SOCIOLOGY OF ISLAM ceramah-ceramah Ali Shari’ati, diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan pengantar Hamid Algar, Mizan Press, Berkeley, 1979, 125 halaman. TIAP revolusi di abad ini nampaknya dituntut untuk punya pemikir. Pada revolusi Oktober di Rusia 1917, kita melihat Marx serta Lenin. Kemudian, di Cina, Mao. Maka bila di Iran terjadi [...]
Filed under: Caping
Posted by PuJa on November 26, 2011
Goenawan Mohamad Antara, 19 Okt 2011 “…sabuk zamrud di khatulistiwa” —Multatuli (1820-1887) Sebuah metafora bisa memikat, juga ketika ia meleset. Gambaran Multatuli tentang kepulauan ini (ia belum menyebutnya “Indonesia”) berulang-ulang dikutip para pemimpin pergerakan nasional di awal abad ke-20. Tapi kiasan adalah kiasan, bukan batasan.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on November 10, 2011
Goenawan Mohamad http://majalah.tempointeraktif.com/ Bagaimana kita bisa bicara tentang Mohammad B.? Pada suatu hari di bulan November 2004 yang dingin, ia membunuh Theo Van Gogh dengan tenang dan brutal di sebuah jalan di Amsterdam. Ketika seniman film itu bersepeda, Mohammad B. menghadangnya, dan menembakkan pistolnya delapan kali. Terkena lutut, Van Gogh terjerembap. Ia diseret. Dalam keadaan [...]
Filed under: Caping
Posted by PuJa on November 4, 2011
Amarzan Loebis http://majalah.tempointeraktif.com/ AMAHUSU, Amboina, 29 Juli 2007. Restoran itu menghadap ke laut. Malam baru saja bangkit. Di langit ada bintang, kemudian lampu-lampu pada kapal yang berlayar perlahan. Di dalam restoran, di semacam latar yang kepanggung-panggungan, satu band oom-oom Ambon memainkan lagu-lagu lama peninggalan big band Glenn Miller dan Benny Goodman.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on November 2, 2011
Goenawan Mohamad IRB Press, April, 2004 Kartini: satu tokoh epik dan tokoh tragik sekaligus. Dalam pelbagai segi ia memenuhi syarat untuk itu: perempuan rupawan, cerdas, perseptif, pemberontak tapi juga anak bupati Jawa, penuh cita-cita pengabdian tapi juga lemah hati, dan sementara itu terpojok, kecewa, terikat, dan akhirnya meninggal dalam umur 24 tahun.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 28, 2011
Goenawan Mohamad http://majalah.tempointeraktif.com/ Seseorang pernah mengatakan ia “sentimentil”, dan ia sendiri mengakui itu “benar”. Tapi saya tak yakin. Sampai ia meninggal karena kanker pankreas di Paris pekan lalu dalam umur 74, Jacques Derrida adalah pemikir yang bicara bukan lantaran ia mudah terharu. Bahasanya tak mendayu-dayu, bahkan kerap kali rumit. Pandangannya tak terasa murung. Tidak, ia [...]
Filed under: Caping
Posted by PuJa on September 11, 2011
http://sastrakoran.wordpress.com/ Pada Album Miguel de Cavorobias Kuinginkan tubuhmu dari zaman yang tak punya tanda, kecuali warna sepia. Pundakmu yang bebas, akan kurampas dari sia-sia.
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on September 1, 2011
Goenawan Muhamad http://www.tempointeraktif.com/ Barangkali Tlön adalah sebuah tempat, yang pernah ada atau tidak pernah ada. Pengarang Argentina termasyhur itu, Jorge Luis Borges, bercerita bahwa pada suatu hari ia menemukan sebuah buku dalam bahasa Inggris. Tebalnya 1001 halaman, berjudul A First Encyclopaedia of Tlön. Volume XI. Hlaer to Jangr. Tidak ada petunjuk tahun dan tempat penerbitan.
Filed under: Caping