Kepastian Sains dan Pencarian Kebenaran

Lukas Luwarso

Menarik membaca esai Goenawan Mohamad (GM) tentang “Sains dan Masalah-Masalahnya”, menanggapi tulisan AS Laksana, “Sains dan Hal-Hal Baiknya.” Uraian GM membawa saya, peminat sains dan filsafat, ke perdebatan nostalgic wacana intelektual paruh pertama era 1900-an. GM memanggil nama-nama filsuf besar, seperti Edmund Husserl, Martin Heidegger, dan Karl Popper untuk menegaskan posisi sentimennya pada sains. Continue reading “Kepastian Sains dan Pencarian Kebenaran”

Heidegger dan Pengabaian Goenawan Mohamad

Dwi Pranoto

Tulisan A.S. Laksana “Sains dan Hal-Hal Baiknya” dan sanggahan Goenawan Mohamad (GM) “Sains dan Masalah-Masalahnya, Sulak dan Dua Kesalahannya”, sebenarnya sama-sama menyokong sains. Namun keduanya dipisahkan oleh sains sebagai praksis dan “sains sebagai ide”. Oleh karenanya, A.S. Laksana dalam “Sains dan Hal-Hal Baiknya” lebih menyodorkan bukti-bukti mengenai manfaat sains untuk memecahkan masalah aktual dan memudahkan kerja manusia. Pada sisi lain, Goenawan berupaya membawa sains lebih pada semacam situasi-situasi kritisnya yang ditandai oleh kejumudan. Continue reading “Heidegger dan Pengabaian Goenawan Mohamad”

SAINS DAN MASALAH-MASALAHNYA, SULAK DAN DUA KESALAHANNYA

(Jawaban untuk A.S. Laksana)
Goenawan Mohamad *

Saya senang membaca A.S. Laksana menulis sebuah esei untuk saya: sebuah kritik atas pandangan saya tentang sains. Saya juga senang membaca dua kesalahannya di situ — plus satu kekurangan yang penting.
***

Kesalahan pertama: A.S. Laksana (selanjutnya saya sebut lebih akrab: “Sulak”) mengatakan bahwa “Goenawan Mohamad…lebih berkidmat pada Hegel dan Heidegger dan para romantik Jerman”. Continue reading “SAINS DAN MASALAH-MASALAHNYA, SULAK DAN DUA KESALAHANNYA”

Sains dan Hal-Hal Baiknya

– Catatan untuk Goenawan Mohamad

A.S. Laksana *

SEMUA yang hidup pasti mati; jika tidak sekarang besok, jika tidak besok lusa, pekan depan, bulan depan, tahun depan, atau sekian tahun lagi, tetapi kematian pasti tiba. Itu penemuan terbaik manusia tentang dirinya, kata Steve Jobs dalam ceramahnya di Stanford University, 12 Juni 2005. Dan itu masih penemuan terbaik, setidaknya sampai saat ini. Continue reading “Sains dan Hal-Hal Baiknya”