JURNALIS JAWA DALAM PARIKSIT GOENAWAN MUHAMAD

Sofiatun
http://esaisastrakita.blogspot.co.id

Sebuah sajak ditulis dengan berbagai alasan, terutama karena dengan sajak seseorang bisa mengungkapkan sesuatu yang ada dalam hati dan kepalanya sekaligus juga menyembunyikan sesuatu di dalamnya. Sajak adalah sesuatu yang ambigu, yang penuh simbol, yang dalam dirinya terdapat kehendak menyampaikan sesuatu sekaligus menyembunyikan sesuatu. Menulis sajak merupakan sebuah perjuangan yang berat sekaligus menyenangkan bagi penulisnya sebab di situ terjadi pergolakan, pertentangan, kerja keras intelektual, dan tentu saja bukan merupakan hal main-main. Baca selengkapnya “JURNALIS JAWA DALAM PARIKSIT GOENAWAN MUHAMAD”

Setelah Menara Babel

Goenawan Mohamad *
Majalah Tempo, 10 Mar 2014

Saya pernah mendengar seorang penyair bahasa daerah membaca puisinya dengan menarik dan kocak, dan kemudian mengatakan, “Bahasa Indonesia adalah bahasa imperialis.”

Saya tak tahu adakah ironi dalam ucapannya. Tapi, kalau tidak, ia lupa bahwa tiap bahasa-juga bahasa daerahnya-punya kemungkinan mendesak bahasa lain. Yang disebut bahasa “Sunda”, misalnya, atau “Jawa”, dapat dilihat sebagai bahasa yang dikonsolidasikan, dan sebagai akibatnya meminggirkan bahasa yang tak diakui sebagai “Sunda” atau “Jawa” yang “baik dan benar”. Baca selengkapnya “Setelah Menara Babel”