Posted by PuJa on November 30, 2008
Hardi Hamzah http://www.lampungpost.com/ “Ada yang tertinggal di dalam dunia post-modernism,” ujar David Legman (2003). Artikel yang ditulisnya pada News Week edisi Maret tahun yang sama semakin mengingatkan kita tahu bahwa post-modernism yang diusung secara kultural oleh agamawan, politisi, dan cendekiawan ternyata melahirkan bangsa yang rendah. Indonesia-lah yang mungkin terakhir kali sebagai suatu bangsa dikoloni oleh [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Catatan Kecil tentang Puisi Mardi Luhung Imamuddin SA http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/ Siapa yang tidak kenal dengan Mardi Luhung! Penyair yang kerap dipanggil Hendry ini adalah seorang guru sebuah lembaga pendidikan di Gersik. Selain ia tekun dalam dunia pendidikan, yang tidak kalah lagi adalah ketekunannya dalam dunia kesusastraan. Ia dapat dikatakan sebagai motor kesusastraan di Gersik. Perjuangan sastranya [...]
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Bernando J Sujibto http://darisebuahsudut.blogspot.com/ Tidak salah jika hidup memburu kedamaian. Meskipun sesulit apapun bentuknya, damai selalu menjadi tujuan hidup terakhir kita. Namun sejalan dengan itu pula, damai seolah menjadi utopis, sebuah konstruksi yang tidak pernah tercapai. Entah dimana kelak kita menemukan nilai damai (peace) itu?
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
A Qorib Hidayatullah http://indonimut.blogspot.com/ Intimitas cinta kehidupan adalah melawan. Perlawanan memberi bentangan sejarah dengan menjadikan kaum pelawan terkenal. Orang yang hanya melacurkan hidupnya akan kemapanan tak ubahnya kaum yang menyengaja diri tersungkur di telapak etalase kekuasaan.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Maman S. Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Setiap karya sastra adalah hasil pengaruh yang rumit dari faktor-faktor sosial-politik-kultural. Novel Salah Asuhan (1928) karya Abdoel Moeis, juga kelahirannya tak dapat dilepaskan dari faktor-faktor tersebut. Itulah sebabnya, usaha mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di balik teks Salah Asuhan, penting artinya untuk menangkap amanat pengarangnya yang juga berkaitan erat dengan situasi [...]
Filed under: Esai
3 Comments »
Posted by PuJa on
S. Jai http://ahmad-sujai.blogspot.com/ AKHIRNYA zombie hipertensi itu benar-benar memperdayainya. Bertahun tahun lelaki itu bergelut sebelum tekuk lutut, toh penyakit yang bersarang di tubuhnya itu gila kuasa. Dia takluk tanpa ampun. Dia dijatuhkan di muka umum, tanpa peduli lelaki bernama Kesturi itu orang baik, harum. Kesturi roboh tanpa ragam belas kasih atas nama keluarga, cinta, kemiskinan, [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Ratih Kumala http://cetak.kompas.com/ Hal pertama yang muncul di kepala saat laki-lakiku menamatkan sisa nyawanya adalah; mungkin perempuan itulah yang lebih kehilangan dibanding aku, istri sahnya. Ketika itu jarum jam menggenapkan pukul tiga pagi. Anak perempuanku menangis berteriak memanggil-manggil nama papahnya, gema suaranya menyayat ke sudut-sudut koridor rumah sakit. Aku menangis tertahan. Sedang anak laki-lakiku menjadi [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
AS Sumbawi http://sastra-perlawanan.blogspot.com/ Sejujurnya, barangkali kita akan membawa lari ketakukan kita saat mengetahui seseorang berdiri di pinggir jalan dengan membawa senapan yang siap mengambil nyawa manusia. Apalagi dandanan seorang itu begitu menyeramkan. Bermata tajam elang yang memburu mangsa dan bertubuh besar seperti raksasa.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi* http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/ Cerita ini bermula saat saya habis ngelayap dari Bandar Lampung, kotanya penyair Opera Kebun Lada (judul antologi puisi Y. Wibowo). Sebelum berkisah jauh mengenai judul, sebaiknya saya mencuplik beberapa perolehan dari pelayaran Bakauheni menuju Merak. Di tengah selat, dalam kantong kapal laut kelas ekonomi, saya melihat burung elang Jawa menyebrani ubun-ubun gulungan [...]
Filed under: Canting