Awal Uzhara, Menjaga Seni Indonesia di Rusia

Subhan SD
kompas.com

Penderitaan panjang pasca-tragedi politik tahun 1965 tak membuat semangat hidup Awal Uzhara padam. Walaupun 32 tahun hidup tanpa status kewarganegaraan (stateless), sineas yang dikirim belajar ke Moskwa di zaman Soekarno ini tetap menyalakan api kesenian Indonesia di Rusia.

Saya ingin kesenian Indonesia terus dikenal oleh masyarakat Rusia, kata lelaki yang kini mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di Institut Negara-negara Asia dan Afrika (ISAA), Universitas Moskwa (MGU), ini saat ditemui di Moskwa beberapa waktu lalu. Continue reading “Awal Uzhara, Menjaga Seni Indonesia di Rusia”

Suminto A. Sayuti: Penyair dan Guru Besar “Nyeleneh”

Mawar Kusuma
kompas.com

Suminto A Sayuti menyebut pukul 14.00 di bulan puasa adalah jam mengantuk untuk belajar. Materi kuliah yang dibawakan, Selasa (23/9), pun bukan mata ajaran menarik, Teori Sastra. Bergaya santai disertai guyonan segar, tak satu mahasiswanya pun yang mengantuk. Mata kuliah yang dia bawakan dinanti, bahkan memotivasi mahasiswa untuk mengapresiasi seni tak hanya mandek di tataran teori.

Suminto menerangkan teori genre sebagai kode komunikasi. Tak hanya membatasi diri pada pembelajaran teori, ia membawa anak didiknya berpetualang di dunia sastra. Aneka kutipan puisi dari Amir Hamzah, WS Rendra, hingga Linus Suryadi mengalir darinya. Continue reading “Suminto A. Sayuti: Penyair dan Guru Besar “Nyeleneh””

Indonesia Dimulai dari Minang

Yurnaldi
http://www.kompas.com/

Bahasa dan sastra Indonesia berutang pada kepandaian orang Minang di awal terbentuknya semangat kebangsaan. Tidak banyak orang melihat alasan mengapa kepandaian itu berawal dari putra-putri yang lahir dari Sumatera Barat.

Sastrawan dan ahli bahasa Remy Sylado mengatakan hal itu pada seminar “Menumbuhkembangkan Bakat dan Menulis Karya Sastra di Ranah Minang,” Sabtu (15/11) di Jakarta Convention Center. Continue reading “Indonesia Dimulai dari Minang”

Sapardi Djoko Damono, Karya Sastra tak Bisa Disensor

Eriyanti
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

BERBINCANG dengan Sapardi Djoko Damono (69), seperti membuka kamus sastra yang terbuka. Kita tidak hanya akan banyak menemukan kata penting dari perjalanan sastra di Indonesia, tetapi juga bagaimana proses tumbuh dan berkembangnya. Berbincang dengannya, seperti juga sedang melacak jejak kreatif dari perjalanan karya yang bertebaran. Betapa tidak, pria ini memang mengayuh dua dunia sekaligus, baik sebagai sastrawan maupun akademisi. Sejak 1974, ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia. Namun kini, ia telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan dan juga menjadi guru besar di sana. Pada masa itu juga ia menjadi redaktur majalah Horison, Basis, dan Kalam. Continue reading “Sapardi Djoko Damono, Karya Sastra tak Bisa Disensor”

Putri Duyung yang Meronta *

Akmal Nasery Basral **
ruangbaca.com

Sejak Sabtu, 25 November 2000, beroperasi situs Ceritanet yang dibangun wartawan BBC Seksi Indonesia di London, Liston P. Siregar. Di sana terpampang tiga sajak Arya Gunawan, satu cerpen Liston (Daging Rendang di 36G), esai “Apa Pentingnya Politik Cina” oleh I. Wibowo, laporan Lenah Susianty, “Membawa Taiwan ke Peta Dunia”; dan cuplikan awal novel Dokter Zhivago karya Boris Pasternak yang diterjemahkan Trisno Sumardjo (Djambatan, 1960). Continue reading “Putri Duyung yang Meronta *”

Bahasa ยป