Kenang
kita berpasangan
di depan gedung tua
saat hujan menggandeng angin sore-sore
berjatuhan rincik di atas payung kelabu
menikung pelan ke sunyi
kita diam saja
hanya ada jejak nafas yang pudar Continue reading “Puisi-Puisi Cut Nanda A.”
Kenang
kita berpasangan
di depan gedung tua
saat hujan menggandeng angin sore-sore
berjatuhan rincik di atas payung kelabu
menikung pelan ke sunyi
kita diam saja
hanya ada jejak nafas yang pudar Continue reading “Puisi-Puisi Cut Nanda A.”
Ke Ujung Pohon
berdiri kaku
di atas akar tersumbat
trotoar mengeras
tengadah menuju ujung kesirnaan
yang kembali rindang
oleh dedaunan yang menggunung
ke sanalah aku akan Continue reading “Puisi-Puisi Amelia Rachman”
Kisahku Dimulai dari Namamu
Kisahku dimulai dari namamu
Tentang usia yang tak lagi merekam malam
Tentang gerimis yang tak lagi menangis
Selalu jadi semacam rindu yang rapuh
Ketika tak kutemukan kau di tepian hari
Menghilang di balik mesjid
Lalu aku akan menunggumu di aruh waktu yang lain
Mengingatmu lewat angin Continue reading “Puisi-Puisi Alfatihatus Sholihatunnisa”
Sauh
Kapalmu pada siapa kan berlabuh?
menabuh rindu di atas sauh,
berkata pada senja yang kian purna.
Nyatanya,
Kapalmu tak mau jua tiba
Tempat dulu menyulam peluh bersama topan yang lahirkan kita,
Tapi kita, kini malam yang menjahit suram paling gulita Continue reading “Puisi-Puisi Aldika Restu Pramuli”
Arman A.Z.
lampungpost.com
Pembangunan kesenian adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Pemda sepatutnya menjadi inisiator bagi pelaku kesenian yang kerap tak berdaya menghadapi sumber-sumber anggaran.
MENERIMA undangan diskusi seni UKMBS Unila bertema Geliat kesenian di Lampung, siapa peduli?! di Gedung PKM Unila, Kamis (17-12) lalu, awalnya saya enggan menghadiri. Saya menerka diri saya akan terjebak dalam ruang linglung yang dipenuhi curhat, kritik, dan (seperti biasa) tak satu pun pejabat pemegang palu keputusan terlibat aktif dalam diskusi itu. Continue reading “Cek Kosong Kesenian di Lampung”