Senjakala Tamansari

M.D. Atmaja

Hari ini adalah Kamis, di sore hari ketika darah telah bergejolak karena kabar angin yang memang selalu terdengar sebagai lagu duka bagi seorang lelaki pendosa. Dia memang selalu bangga menyebut dirinya sebagai lelaki pendosa, lelaki yang dilumuri dengan kesalahan di setiap tapak kehidupan. Memang, dia sengaja. Tapi, di dalam hatinya diniatkan agar namanya yang dia sematkan itu mampu mengingatkan, kalau dirinya hanya seorang lelaki pendosa dan musti berjalan jauh untuk menjadi pembenaran atas pemahaman sampai dia yakin ketika bertemu denganNya, bahwa dia bukan seorang lelaki pendosa. Bukan manusia yang dialiri darah kesalahan. Continue reading “Senjakala Tamansari”

Taufik Ikram Jamil, Gelar Kembara Sajak Tersebab Aku Melayu

Yurnaldi
oase.kompas.com

Sastrawan Taufik Ikram Jamil, akan membacakan sajak-sajak yang terhimpun dalam buku sajaknya yang terbaru tersebab aku melayu, di Bentara Budaya, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, hari Selasa (22/6/2010) malam. Ini merupakan tempat pertama yang dikunjunginya dalam kegiatan yang dinamakannya kembara sajak tersebab aku melayu. Beberapa tempat akan dikunjunginya di Sumatera dan Jawa dalam kegiatan serupa sampai Agustus mendatang. Continue reading “Taufik Ikram Jamil, Gelar Kembara Sajak Tersebab Aku Melayu”

KEGELISAHAN TANDA HIDUP

Maman S. Mahayana *

Kegairahan hidup dan semangat yang meledak-ledak! Itulah kesan yang segera muncul ketika kita pertama kali dapat mengobrol dengan sosok Sitor Situmorang. Sebagai seorang Batak, ia sangat terbuka, lugas, dan gampang diajak bicara. Semalaman kita bisa dengan enteng berdiskusi, berdebat atau berbual-bual ke sana ke mari, jika ada topik pembicaraan yang diminatinya. Gaya dan sikapnya yang terkesan sangat egaliter itu, tidak jarang bakal menyeret kita pada pusaran masalah yang disodorkannya. Continue reading “KEGELISAHAN TANDA HIDUP”

Bahasa ยป