Celana Pinurbo

Amien Wangsitalaja
entertainmen.suaramerdeka.com

LAILA masih hanya mengagumi celana pendek yang tergantung di paku kamar mandi itu. Tak berani ia menyentuhnya. Padahal ingin sekali ia membelainya.

Laila baru selesai mandi. Ia baru sadar jika di deretan paku penggantung pakaian itu tergantung sebuah celana pendek. Letaknya persis berjejer dengan pakaian Laila yang lain. Continue reading “Celana Pinurbo”

APRESIASI ATAS PUISI PARA PENYAIR YANG TERCECER

KEGELISAHAN TANDA HIDUP

Maman S. Mahayana *

Kegelisahan tanda hidup: itulah yang memaksa manusia terus memelihara dinamika dan berkembang dengan berbagai kreativitasnya. Itulah yang menyebabkan para penulis-sastrawan, terus berkarya sepanjang usianya. Tak ada kata pensiun bagi penulis selama nyawanya belum melayang. Dan kegelisahan itu lahir dari sebuah elan yang datang bukan sekadar fanta rhei, segalanya mengalir dinamis, melainkan juga mengalir dengan semangat membangun sesuatu yang baru, mencipta dan menegakkan monumen. Atau, Continue reading “APRESIASI ATAS PUISI PARA PENYAIR YANG TERCECER”

Pokoknya? Tragis!

Agustinus Wahyono
http://www.sinarharapan.co.id/

Seorang pemuda menyeruak dari pekatnya kelambu kelam, melintasi jalanan remang-remang menuju warna-warni pelangi pertokoan. Matanya nyalang. Bibirnya tersungging senyuman. Gerakan tubuhnya begitu ringan.
?Siapa dia?? tanyamu.
Kamu pasti terkejut atas kemunculannya yang tiba-tiba begitu. Tak ada tanda-tanda atau aba-aba dari suara-suara atau pantulan cahaya pada tubuhnya. Sekonyong-konyong dia nongol. Tampangnya pun berbeda dengan gelandangan yang malas mandi. Continue reading “Pokoknya? Tragis!”

Dara…Dara…Dara

Kunthi Hastorini
http://www.sinarharapan.co.id/

Perempuan berkerudung malam. Dalam-dalam separuh ruhnya terembus perlahan dalam semilir dingin malam. Kelam mencumbui kurus kering tubuhnya yang setengah telanjang. Berjalan dia mengutuki sunyi.
Tenggelam barisan jejak tak pasti ditanggalkan. Di sudut kota, ia meringkuk sendiri. Ada isak tertahan menggema di sudut ruang. Ada serpihan darah tercecer di tubuhnya yang setengah telanjang.
Basah. Matanya basah terbaca sinar bulan perlahan datang. Menyisir peristiwa rahasia perempuan berdiri. Teriak mencekik lehernya, ?biadab!!!!?. Dan, dalam hitungan detik ia pun limbung jatuh tersungkur mencium aspal yang kerontang. Continue reading “Dara…Dara…Dara”

Olin Pergi ke Bulan

M Arman Az
http://www.sinarharapan.co.id/

?Selamat pagi, Olin.? ?Selamat pagi juga, Cimot.? ?Bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak??
?Ya, Cimot. Semalam aku mimpi indah.?
?Oya? Mimpi apa? Ceritain, dong.?
?Mmm, aku ketemu peri cantik. Dia membawaku terbang ke langit, Cimot. Kami tamasya ke tempat-tempat yang indah. Banyak anak-anak sepantarku sedang menyanyi, menari, dan bermain di setiap tempat.? Continue reading “Olin Pergi ke Bulan”

Bahasa ยป