Tengsoe Tjahjono
aku menyelam dalam semesta pikiran
Kukira hanya tumpukan kepala dan jantung
para pencari jalan
(Imam Maarif, Pencarianku)
Tiba-tiba saja aku harus berhadapan dengan sebuah antologi puisi “Tabir Hujan”. Ada 11 penyair hadir dengan karya-karya mereka yaitu: Akhmad Fatoni, Aguk Irawan MN, Denny Mizhar, Imamuddin SA, Isnaini KH, Muhammad Aris, Muhajir Arifin, Saiful Anam Assyaibani (Javed Paul Syatha), Ahmad Syauqi Sumbawi, Umar Fauzi Ballah, dan Imam Maarif. Maka seperti sajak yang ditulis Imam Maarif: aku (pun) menyelam dalam semesta pikiran. Continue reading “RELASI GAGASAN “RASA” BAHASA DALAM “TABIR HUJAN””
