Hermeneutika Alternatif Tafsir Sastra

Gunoto Saparie
suarakarya-online.com

SEMUA kegiatan kajian sastra, harus diakui, pasti melibatkan peranan konsep hermeneutika. Karena itu hermeneutika menjadi hal yang prinsip dan tidak mungkin diabaikan. Atas dasar itulah hermeneutika perlu diperbincangkan secara komprehensif guna memeroleh pemahaman yang memadai.

Berhasil tidaknya penafsir sastra untuk mencapai taraf interpretasi yang optimal, sangat bergantung pada kecermatan dan ketajamannya. Selain itu, tentu saja dibutuhkan metode pemahaman yang memadai. Dari beberapa alternatif yang ditawarkan para ahli sastra dalam memahami karya sastra, metode pemahaman hermeneutika dapat dipandang sebagai peralatan konseptuan yang paling memadai. Continue reading “Hermeneutika Alternatif Tafsir Sastra”

Novel “Bintang Anak Tuhan”

Sebuah nukilan wajah Human Agony
Prof. Dr. E. Hayatullah Al Rasyid
http://oase.kompas.com/

Benar, tak banyak potret realitas keterisoliran suatu komunitas ?sakit? dan nyaris benar-benar tersingkir dan disingkirkan nilai-nilai kemanusiaannya. Jika pun ada justru malah melahirkan semacam disintegritas sosial yang sangat tajam, termasuk ?cap busuk?, pelcuran dan pergaulan bebas ? kemudian berujung pada sikap jijik dan momok moral serta kesehatan. Continue reading “Novel “Bintang Anak Tuhan””

Dokumentasi Ingatan Peristiwa Priok

Rojil Nugroho Bayu Aji
http://oase.kompas.com/

Kekerasan yang dilakukan oleh perangkat negara pada saat rezim berkuasa seringkali sulit untuk diungkap. Jangankan masuk dalam ranah hukum, membicarakan peristiwa itu seakan menjadi tabu dan bahkan membahayakan bagi diri seseorang yang membicarakannya. Imbas dari pembicaraan itu bisa saja berujung penangkapan oleh aparat keamanan dan diinterogasi secara psikis, dimasukkan penjara, atau bahkan mendapatkan stigma buruk dari masyarakat. Continue reading “Dokumentasi Ingatan Peristiwa Priok”

MENGGARAMI LAUT KRITIK SASTRA

Maman S Mahayana
Pikiran Rakyat, 28 Nov 2010

Kesalahpahaman atas kritik sastra Indonesia telah membentuk sejarahnya sendiri. Bagaimanapun, latar belakang pendidikan dan tingkat apresiasi setiap pembaca, tidaklah seragam. Maka, simpang-siur pemikiran tentang kritik sastra Indonesia menggelinding, membentangkan perjalanannya yang panjang. Tanggapan atas buku Darah Daging Sastra Indonesia (2010), Damhuri Muhammad, adalah satu contoh. Semangat untuk menghasilkan kritik sastra khas Indonesia tahun 1980-an, juga kesalahpahaman lain lagi. Continue reading “MENGGARAMI LAUT KRITIK SASTRA”

Sajak-Sajak Fatah Yasin Noor

Puisi dalam Peti Jenasah

Aku menjumpaimu saat air mata itu telah mengering. Seperti puisi mati dalam peti jenasah. Tapi aku mencoba membongkar lapis demi lapis riwayat daun di situ. Seperti hujan kemarin, bau tanah dan asap dupa masih menyergapku. Aku tak percaya engkau telah tiada. Seharum bau kematian itu sendiri, dari semerbak kembang mawar dan melati yang menembus kamarku. Continue reading “Sajak-Sajak Fatah Yasin Noor”

Bahasa ยป