NAMA SAYA BUKAN OREZ

S. Yoga
Jawa Pos, 11 Juli 1999

Nama saya bukan Orez, kepala saya tidak besar, kasar dan benjol-benjol. Tangan dan kaki juga tidak sebesar milik Orez. Tubuh saya normal, tidak kerdil, pokoknya wujud tubuh saya normal saja. Bahkan wajah saya cukup tampan. Otak saya juga tidak idiot kayak Orez. Suara saya juga tidak sehebat dan sekeras suara Orez yang seperti gemuruh gempa bumi itu. Continue reading “NAMA SAYA BUKAN OREZ”

PRA PENERBITAN ANTOLOGI PUISI PENYAIR YOGYAKARTA (1960-2000)

Sri Wintala Achmad

Sewaktu bersilaturahmi kepada seorang kawan seniman, saya disodori sebuah buku ‘Malioboro’ terbitan Trikayon. Buku Malioboro yang disusun oleh Sri Widati dkk itu merupakan kumpulan puisi dari para penyair Yogyakarta periode 1960-2000. Terlepas dari kriteria yang ditetapkan para penyusun, nama-nama di dalam ‘Malioboro’, semisal WS. Rendra, Gunawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Kirdjomulyo, Linus Suryadi AG, Emha Ainun Nadjib, Ragil Suwarno Pragolapati dll memang tidak dapat disangsikan lagi sebagai penyair yang pernah melakukan proses kreativitas puitiknya di Yogyakarta. Continue reading “PRA PENERBITAN ANTOLOGI PUISI PENYAIR YOGYAKARTA (1960-2000)”

Kenyataan Kelam dalam Orang-Orang Kalah

Musa Ismail
http://riaupos.com/

Karya sastra(wan) dan kenyataan (reality) —oleh sebagian orang—dianggap dua jalan yang ujungnya tak bisa bertemu. Hal ini dikarenakan sebagian orang tersebut hanya menganggap bahwa sastra tidak lebih sekedar batas khayalan atau angan-angan.

Menurut mereka, sastra merupakan benda yang tak berakar ke bumi dan tak berpucuk ke langit. Bahkan, karya sastra hanya dianggap sebagai hiburan dan mengisi waktu luang. Continue reading “Kenyataan Kelam dalam Orang-Orang Kalah”

Perlawanan Sastra yang Ambivalen

Ragdi F. Daye *

Sastra Indonesia pascakolonial adalah sastra yang gamang dan mengambang

Sesungguhnya, kondisi dunia sastra Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini tampak begitu gamang. Di satu sisi, produksi teks yang berlimpah ruah dengan terus lahirnya penulis-penulis muda berbakat sangat menggembirakan. Di sisi lain, kuantitatif produksi teks tersebut justru melahirkan persoalan serius, seperti kualitas teks, keseragaman pengayaan, miskinnya penggalian tema eksplorasi teknik ungkap, hingga tren tematik sastra yang merayakan ketubuhan-seksualitas. Continue reading “Perlawanan Sastra yang Ambivalen”

Jejak Pemikiran Kritis Sang Kiai Selebritis

Peresensi: Akhmad Sekhu
Judul Buku: Jejak Tinju Pak Kiai
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Penerbit Buku Kompas, Jakarta

Emha Ainun Nadjib adalah sebuah fenomena. Tak ada orang Indonesia yang sefleksibel pemikiran dirinya yang bisa masuk ke berbagai ranah kehidupan sosial, budaya, politik, keagamaan, bahkan dunia selebriti. Istrinya, Novia Kolopaking adalah penyanyi dan artis sinetron. Continue reading “Jejak Pemikiran Kritis Sang Kiai Selebritis”

Bahasa »