Menengok Rak Sastra di Sekolah

F. Daus AR
annida-online.com

Dua belas tahun adalah waktu yang di tempuh untuk menyelesaikan masa study dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Bagi mereka yang pernah melalui masa itu, tentunya telah akrab dengan pelajaran-pelajaran dasar semisal pengalaman pertama mengeja huruf di sekolah dasar, pelajaran membaca di sekolah menengah pertama, dan pelajaran mengarang di sekolah menengah atas. Kesemua itu termaktub kedalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Continue reading “Menengok Rak Sastra di Sekolah”

KOMUNITAS SASTRA SEKOLAH

Iis Maryanti, S.Pd.
Kedaulatan Rakyat, 25 April 2010.

Kenapa siswa sekarang tidak bisa membuat puisi meskipun mereka punya potensi? Kenapa siswa sekarang tidak bisa mengarang cerpen bahkan dengan background dan pengalaman sendiri? Benarkan pembelajaran bahasa dan sastra di sekolah tidak bisa membuat siswa menjadi pandai mengekspresikan diri? Pertanyaan itu menggelitik untuk dijawab. Continue reading “KOMUNITAS SASTRA SEKOLAH”

Medèn-medèni Sapardi Djoko Damono

Bagian 7: Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia

Nurel Javissyarqi

Ini menuntasi tulisan-tulisan sebelumnya mengenai paragraf awal IK, sebalutan muakhir demi pijakan lanjut. Saya mulai sedikitnya merevisi pandangan kritikus Maman S Mahayana di bukunya “9 Jawaban Sastra Indonesia” sebuah orientasi kritis, diterbitkan Bening Publishing, cetakan 2005, Bagian IV: Sarana Pendekatan Sastra, dahan ke 8 berjudul ‘Sastra dan Filsafat’ halaman 343. Continue reading “Medèn-medèni Sapardi Djoko Damono”

Menodai Agama

Asarpin *

Orang yang setuju dengan undang-undang untuk melindungi agama, itu pendapat mereka. Orang yang tidak setuju dengan itu juga pendapat. Wilayah hukum dan hukum tak bisa mengadili perbedaan pendapat. Musyawarah sebagai esensi berdemokrasi yang mesti dikedepankan. Tak bisa main hakim sendiri, apalagi main tangkap. Continue reading “Menodai Agama”

Bahasa »