Moralitas (dan) Kepengarangan

Nelson Alwi
riaupos.co

PENDAPAT mereka yang telah berhasil memberi arti keberadaannya bisa jadi pedoman dalam upaya memformulasikan alternatif-alternatif baru menyangkut hidup dan kehidupan. Atau, setidaknya akan memperluas cakrawala pengetahuan generasi penerus yang tengah menapak mencari (ke)jatidiri(an). Pengertian demikian, tak termungkiri telah mendorong banyak penulis mempublikasikan sebutlah memoar atau (auto)biografi, yang menghimpun gagasan, visi, misi, motivasi dan atau perjuangan publik figur dalam dan luar negeri. Continue reading “Moralitas (dan) Kepengarangan”

Tembakan

Aleksandr Pushkin (1799 – 1837)
diterjemahkan: Delvi Yandra

Home

Ketika muda, aku adalah seorang tentara di angkatan darat. Kami tinggal di sebuah kota kecil. Hidup sungguh terasa membosankan. Tidak ada gadis-gadis. Hanya tentara yang saling bertemu setiap hari. Kami makan malam bersama, mabuk bersama dan bermain kartu bersama. Continue reading “Tembakan”

Desember yang Beku

Cikie Wahab *

Home

Saat mendarat di Trudeau International Airport, Ink buru-buru menemui Bonita di ruang kedatangan. Perjalanan selama empat puluh dua jam itu membuatnya begitu lelah. Bonita menyambutnya dengan riang. “Welcome!”

“Oh, Boni,” kata Ink ketika mendapati Bonita ada di depannya dan langsung memeluknya. Continue reading “Desember yang Beku”

Ranting Bergoyang

Naning Pranoto
http://www.suarakarya-online.com/

Kita maksudku, aku dan kau, kini berada di dua titik berbeda: jauh dan makin jauh. Kita adalah dua orang asing. Itu menurutku. Sejak? Ya, sejak kau berubah. Mula-mula, kau ubah namamu. Berikutnya, kau ubah tata rambutmu yang semula lurus hitam sepanjang punggungmu, dipangkas jadi sejengkal berwarna merah wortel bergaya paku menantang langit. Hidungmu juga meruncing setelah kau kembali dari Singapura. Continue reading “Ranting Bergoyang”

Telunjuk

Tandi Skober
http://www.suarakarya-online.com/

Tuhan, saya ikhlas memiliki tubuh kurus melengkung. Ini sudah resiko kerja sebagai pesuruh kantor di dalam jajaran birokrasi bungkuk udang. Soalnya, sebagai pesuruh kepala kantor, setiap kali bersua-sosok para pejabat, badan saya akan membungkuk sembarimenyilangkan tangan di atas selangkangan paha dan memegang anuku. Itu saya lakukan berkali-kali, berpuluh-puluh kali, beratus-ratus kali, terus menerus, terus-terusan. Continue reading “Telunjuk”

Bahasa »