Ini Obituari. Obituari dari seorang murid kepada gurunya, yang dia anggap bukan hanya sebagai guru, tetapi juga kakak, orang tua, bahkan pendeta yang menempanya menjadi mental baja. Sang murid ialah penyair Nurel Javissyarqi, dan sang guru Tarmuzie, yang keduanya saya kenal dalam ruang dan waktu berbeda. Continue reading “OBITUARI UNTUK PELUKIS TARMUZIE”
Catatan dari sebuah novel karya AH J Khuzaini
Jalan Lain dari Kenyataan Genre Dramatik Gerak-Gerik
Rodli TL *
Pada dasarnya novel itu menghibur, bahasanya mengimplisit persuasip. Ia hadir untuk merayu pembaca berempati, merasakan apa yang dirasakan para tokoh, bahkan menawarkan ruang-ruang imajinasi yang kemudian memporak-porandakan emosi para pembacanya. Sungguh tidak realis, membaca novel saja menangis, kata si hidung mancung sambil mentertawakan pembaca novel yang sesenggukan. Continue reading “Catatan dari sebuah novel karya AH J Khuzaini”
Puisi, Kota, Urbanisasi
Bandung Mawardi *
Kompas, 3 Feb 2013
Urbanisasi adalah dilema tanpa akhir dalam kompleksitas perkara politik, ekonomi, sosial, identitas, dan kultural. Urbanisasi menjadi risiko modernitas. Dilema urbanisasi selalu memberi pesimisme tanpa solusi. Utopia-utopia dari laku urbanisasi selalu menutupi pesimisme dan mimpi buruk. Taruhan nasib untuk hidup mungkin janji sepele dari mitos urbanisasi. Continue reading “Puisi, Kota, Urbanisasi”
Imaji Visual Sajak-sajak Afrizal Malna *
Acep Iwan Saidi **
Dalam perkembangan kesusastraan Indonesia, Afrizal Malna dapat ditandai sebagai sebuah noktah tersendiri, sebagaimana juga Amir Hamzah, Chairil Anwar, dan Soetardzi Calzoum Bachri pada zamannya masing-masing. Noktah itu adalah sebuah deviasi, sebuah titik yang membuat bingkai jadi retak, lalu ia keluar: menyimpang sendiri. Continue reading “Imaji Visual Sajak-sajak Afrizal Malna *”
Afrizal dan Puisi Peristiwa
Geger Riyanto *
Kompas,10 Mar 2013
Artikel Bandung Mawardi di Kompas (3/2) menarik untuk memicu diskusi tentang puisi Afrizal Malna. Sayangnya, tulisan itu sendiri berhenti setelah meraba bahwa ada recik gambaran kenyataan urban dalam karyanya, tak membawa kita lebih jauh dari pembacaan yang nyaris sama tuanya dengan usia kepenyairan Afrizal sendiri. Continue reading “Afrizal dan Puisi Peristiwa”

