
(Halaman Rumah Izzat Ramsi, Foto Cimenk Ilalang)
Taufiq Wr. Hidayat * Continue reading “NERAKA DI BALIK JENDELA SURGA”
Nobel untuk Sang Perawat Memori
Khairul Mufid Jr
Masyarakat sastra dunia dikejutkan dengan terpilihnya Patrick Modiano sebagai pemenang anugerah Nobel sastra 2014, penghargaan tertinggi dunia kesusastraan. Bagaimana tidak, Penulis Perancis kelahiran 30 Juli itu rupanya menyisihkan pesaing-pesaing beratnya seperti novelis Jepang (Haruki Murakami), atau penulis serba bisa Ngugi wa Thiong’o asal Kenya. Karena keduanya dianggap kandidat lebih berpeluang oleh seluruh publik sastra dunia. Continue reading “Nobel untuk Sang Perawat Memori”
Catatan Usai Membaca Kronik Gladwaller, J.D. Salinger
Fatah Anshori *
Entahlah kenapa orang-orang gemar sekali berperang dari dulu hingga sekarang. Aku tidak tahu persis kejadian pada tanggal 22 Mei 2019 yang barusan terjadi di Jakarta, mungkin jika digolongkan kejadian itu juga termasuk perang, antara rakyat yang memperjuangkan suara mereka, melawan aparat pelindung negara, mungkin semacam itu. Jika memang perang memiliki indikasi: saling pukul, lempar batu, helm, gear motor, knalpot, letupan senapan dan pada akhirnya menghasilkan darah yang mengucur, kematian dan rasa sakit lalu dendam kesumat. Continue reading “Catatan Usai Membaca Kronik Gladwaller, J.D. Salinger”
Balzac dan Fantasi Global
Eka Kurniawan
Jawa Pos, 7 Mar 2020
Honoré de Balzac, salah satu penulis besar Prancis, pernah menulis sebuah catatan perjalanan berjudul Voyage de Paris à Java. Perjalanan dari Paris ke Jawa, tanpa pernah sekali pun menginjakkan kaki di Pulau Jawa. Lho, maksudnya?
Yang mengaku pernah pergi ke Hindia Belanda di masa itu, di abad kedelapan belas, adalah temannya. Balzac hanya mendengarnya. Mungkin temannya mengarang bebas alias ngibul atau Balzac sendiri yang berfantasi gila-gilaan. Continue reading “Balzac dan Fantasi Global”
Sewon
Muhammad Antakusuma
Jujur saya bingung, ketika Setyiko meminta untuk menulis terkait pameran lukisan yang akan diadakan bersama teman-temannya. Pertama, saya tak tahu tema apa yang ingin dipamerkan. Kedua, belum berjumpa dengan para senimannya. Jadi, mau menulis apa? Terserah, begitu katanya, pada suatu malam seusai pengajian. Lah, ini model pamerannya seperti apakah? Continue reading “Sewon”
