Category Archives: Balada

Balada Secangkir Kopi

Awalludin GD Mualif

I
Kenangan adalah angin yang menyapu raga
namun tak dapat direngkuh jiwa.

Ia menyentuh setiap lekuk tubuh tanpa malu
bercumbu dengan rindu.

Cahaya memusar pada secangkir warna
yang lebih menekankan keberanian.

BALADA SUMINTEN ‘KEDANAN’

Nurel Javissyarqi

I
Raden Mas Subroto bersemedi
menghadap Sang Hyang Widhi;
Dia lama bertapa brata asmara
demi Suminten jadi kekasihnya,
hingga akhir hayatnya.

Balada-balada, W.S. Rendra

Ballada Lelaki-lelaki Tanah Kapur

Para lelaki telah keluar di jalanan
dengan kilatan-kilatan ujung baja
dan kuda-kuda para penyamun
telah tampak di perbukitan kuning
bahasa kini adalah darah.

HIKAYAT KERIS GANDRING DAN TERBUNUHNYA TUNGGUL AMETUNG

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=467

Malam suram, tiada hadir secerca bintang pun wajah molek bulan. Ken Angrok dengan tubuh kesatria menunggangi kuda hitam, menembus alam tanpa bayangan. Menderu terjang tiada keraguan, seringkikan binatang. Menakut-nakuti kawanan srigala yang biasa bertengger di bukit kapur tua.

Hanya dedaun buta saksi geraknya. Dan angin dingin senafasan tersengal nafsu Angrok. Lewat sentakan kencang, menghabiskan malam panggang tanpa percakapan di tengah perjalanan. Bathin menggerutu nalarnya mendidih. Menguap sekabut pegunungan merapi yang mengepul seasap tobong terbakar.

BALADA SUNAN DERAJAT

Imamuddin SA

ada titah sang ayahanda
mengukir purnama di barat surabaya
kala hati manusia berselimut gulita
menebar kesungsangan di hening cakrawala laga

sekuat banteng, tekad melumat samudra
di atas sampan, lantang menepis ombak prahara