Novel “The Souls” Buktikan Kekuatan Musik

Edy M Yakub
antarajatim.com

Tetralogi pertama novel bertajuk “The Souls: Moonlight Sonata” karya Endang Winarti alias Wina Bojonegoro membuktikan kekuatan musik dalam kehidupan manusia.

“Musik adalah sesuatu, karena itu jangan meremehkan musik. Musiklah yang menyatukan para pecinta dan cintanya,” kata Wina Bojonegoro kepada Antara di sela-sela peluncuran bukunya di Surabaya, Sabtu. Continue reading “Novel “The Souls” Buktikan Kekuatan Musik”

Syarifuddin Daeng Tutu: Tak Lelah Melestarikan Sinrili’

Aswin Rizal Harahap
Kompas, 24 Maret 2011

SINRILI’ telah membawa Syarifuddin Daeng Tutu melanglang buana. Ia menghibur sambil menyampaikan petuah bijak leluhur dalam sastra bertutur khas budaya Makassar, Sulawesi Selatan. Meskipun sarat pesan moral, kesan serius sirna di balik kejenakaan ayah empat anak ini.

Sinrili’ disampaikan sambil memainkan alat musik gesek, seperti pada biola. Continue reading “Syarifuddin Daeng Tutu: Tak Lelah Melestarikan Sinrili’”

Mengkaji Elitisasi Mendoan di Kafe

Abdul Aziz Rasjid
Suara Merdeka, 26 Juni 2010.

KAFE sering diidentikkan sebagai tempat hiburan yang berkaitan dengan pola rekreasi yang mewakili gaya hidup masyarakat urban. Kini, di sebagian jalan-jalan pusat kota dan juga dekat area kampus di Purwokerto menjamur kafe.

Tawaran berbagai fasilitas —dari pertunjukkan bola, balap mobil atau motor, hotspot, musik akustik dan sebagainya— juga beragam menu makanan dan minuman berkedudukan penting dalam usaha mendekati, memanjakan dan menimbulkan rasa betah pengunjungnya. Continue reading “Mengkaji Elitisasi Mendoan di Kafe”

Negara Tanpa Sastra

Anwari WMK
Kompas, 24 Maret 2011

NEGARA yang telah kehilangan sensibilitasnya terhadap sastra adalah negara yang tengah menegasikan potensinya sendiri dalam hal menumbuhkembangkan kreativitas dan otentisitas.

Sudah menjadi aksioma, persaingan ekonomi dan industri pada abad ke-21 berbasis inovasi. Sementara inovasi itu sendiri berpijak pada kreativitas dan otentisitas. Tanpa inovasi, mustahil daya saing ekonomi dan industri dapat diwujudkan. Continue reading “Negara Tanpa Sastra”

Membaca Kebudayaan Antara dari Garasi

Th Pudjo Widijanto
Kompas, 13 Maret 2011

PEMENTASAN lakon ”Tubuh Ketiga” oleh Teater Garasi di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat-Sabtu (11-12/3) seperti mengokohkan grup teater ini, yang memilih lanskap eksperimental (cutting edge). Menggunakan ”setting” kehidupan musik tarling khas Indramayu, teater ini mencoba mengeksplorasi sesungguhnya bagaimana bangun kebudayaan umat manusia. Continue reading “Membaca Kebudayaan Antara dari Garasi”

Bahasa »