Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/
DI Bukitcermin, Tanjungpinang, Kepri, ketika acara Temu Sastrawan Indonesia III (28-30/11) saya bertemu Nurhidayat Poso (NP)>. Saat itu menjelang di tengah malam, usai malam kesenian di Anjung Cahaya, tepi pantai yang hanya sepelemparan peluru meriam dari P Penyengat yang termasyhur itu. Menyawang lekukan bukit kota Tanjungpinang yang hanya cahaya lampu, merasakan udara basah pantai serta dingin seusai gerimis. Tidak ada bulan, dan kami, S Yoga, NP, Badruddin Emce, dua teman LSM dan saya, menikmati kegelapan langit dengan kerdip lampu ekor pesawat yang melintas dalam nyaris sunyi oleh deru angin laut. Continue reading “Reformasi Tanpa Evolusi Mental”
