Peringatan Seabad Sastra Bali Modern

Rofiqi Hasan
http://www.tempointeraktif.com/

Kalangan akademisi dan sastrawan Bali, Kamis (12/8), memperingati satu abad Sastra Bali Modern (SBM) di Fakultas Sastra Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Peringatan ditandai dengan peluncuran dan diskusi buku “Tonggak Baru Sastra Bali Modern” karya I Nyoman Darma Putra.

Dalam buku itu Darma Putra menyatakan, SBM sudah lahir pada 1910-an dengan karya-karya dari Made Pasek dan Mas Nitisastro dalam bentuk cerita pendek. “Ini berbeda dengan karya sastra tradisional sebelumnya dalam bentuk kakawin dan geguritan,”ujar Darma Putra, yang kini terlibat sebagai Dewan Juri untuk hadiah sastra Rancage itu. Continue reading “Peringatan Seabad Sastra Bali Modern”

Dari Terompet Masyarakat ke Medayu Agung

Nina Susilo
http://www1.kompas.com/

Buku adalah sumber pengetahuan. Kalimat itu dipegang kuat Oei Hiem Hwie, pengumpul buku yang belajar tiada henti. Tidak hanya buku, koran dan majalah pun dia kumpulkan dengan rapi.

Sejak remaja, Oei Hiem Hwie yang tumbuh besar di Malang, Jawa Timur, senang membaca dan mengumpulkan buku. Semua koran, majalah, dan buku yang dibeli ayah atau dimiliki kakeknya, tanpa disuruh, dia simpan rapi. Bahkan uang jajan juga dia gunakan untuk membeli buku, teks pidato para tokoh politik, atau majalah. Continue reading “Dari Terompet Masyarakat ke Medayu Agung”

Mari Menulis Fiksi Islami

Aliansyah
http://www.banjarmasinpost.co.id/

DALAM setiap periodisasi perkembangan kesusastraan Indonesia selalu diwarnai dengan kehadiran fiksi islami. Hal ini bisa dilihat dari karya-karya Abdul Kadir Munsyi, Hamzah Fansuri, Buya Hamka, Danarto, Kuntowijoyo, Emha Ainun Nadjib, Mustafa W Hasyim, Abidah El Khaliqi, dan seterusnya. Pilihan mereka untuk mengusung nilai-nilai islami tentu didasari niat menjadikan karya fiksi sebagai sarana dakwah.

Sayangnya, jumlah penulis di jalur ini kalah banyak dibanding mereka yang berhaluan agak ‘kiri’. Akibatnya, dunia perfiksian di Tanah Air justru didominasi oleh cerita-cerita mistik, tahayul, kekerasan, serta kisah percintaan yang kadang menyerempet pada seks bebas. Continue reading “Mari Menulis Fiksi Islami”

Aliman, Merangkai Kata di Atas Bantal

Rusmanadi
http://oase.kompas.com/

Suatu malam di tahun 1990, di Desa Tibung, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, suara gemeretak mesin tik terdengar jelas memecah kesunyian dari sebuah rumah, sehingga terasa mengganggu tetangga kiri dan kanan yang hendak beristirahat.

Karena itulah, wajar bila kemudian para tetangga mengajukan protes pada Aliman, sang ?pembuat keributan? di malam hari dengan mesin tik tuanya itu. Continue reading “Aliman, Merangkai Kata di Atas Bantal”

Pameran Seni Rupa T.May “Stranger in My Pillow”

Inu Wicaksana
kesehatan.kompasiana.com

T.May adalah seorang pelukis wanita, lulusan sekolah tinggi senirupa. Ia adalah istri seniman pantomin kaliber nasional yang kebetulan adik kelas saya di SD Taman Siswa. Saya bersahabat dengan pasangan ini sejak puluhan tahun yang lalu. Pada tahun 2000 T.May mengalami gangguan jiwa berat sehingga terpaksa saya rawat di RSJ Magelang, selama 3 bulan mondok. Sesudah itu ia berobat jalan dengan teratur. Ia terus berkarya dengan gigih, melukis obyek-obyek kesukaannya. Lukisan-lukisannya pernah saya ikutkan dalam Lomba Pameran Seni Rupa antar RSJ, bertema ‘Not Just an Imagination’ dan memperoleh penghargaan. Lukisan-lukisannya langsung dibeli kolektor dengan harga tinggi. Continue reading “Pameran Seni Rupa T.May “Stranger in My Pillow””

Bahasa ยป