Ke Belinyu Saja, Melihat Kota Tua Timah

Y. Thendra BP
http://langit-puisi.blogspot.com/

Sementara saya menampik tawaran mengunjungi Pantai Tanjung Bunga, Hutan Wisata TuaTunu, Kuburan Cina Sentosa, Katedral ST. Yosef, Kuburan Akek Bandang, Museum Timah Indonesia, Rumah Eks Residen, Perigi Pasem, Tugu Kemerdekaan, Kerhof, yang ditawarkan oleh dinas Pariwisata Bangka-Belitung lewat buklet bagi peserta Temu Sastrawan Indonesia II yang hendak melancong. Continue reading “Ke Belinyu Saja, Melihat Kota Tua Timah”

Agung Aji Pajenengan: Tonggak Ikon Topeng Tua

I Made Prabaswara
http://www.balipost.co.id/

ANDAI Anda tergelak-gelak menyaksikan ulah tari topeng tua yang berjalan terhuyung-huyung, napas tersengal turun naik, lalu menggaruk-garuk kepala sambil mencari kutu rambut, maka jangan pernah lupa: itulah ikon baru yang diciptakan mpu tari bernama Anak Agung Gede Raka, yang tenar dengan panggilan Anak Agung Aji Pajenengan. Ikon ini kemudian diturunkan mahaguru tari kelahiran Sukawati, Gianyar, tahun 1886 ini kepada sang murid I Nyoman Kakul, asal Banjar Pakandelan, Desa Batuan, tetangga Desa Sukawati. Continue reading “Agung Aji Pajenengan: Tonggak Ikon Topeng Tua”

Ari

Hasan Junus
http://www.riaupos.com/

Seorang yang sudah mapan selalu memandang dan mengatakan tentang para pendatang baru di bidangnya yang biasanya tentu saja lebih muda atau jauh lebih muda usianya dari dirinya dengan ungkapan yang bermuatan pejoratif. Seorang seniman mapan sering mengungkapkan tentang mereka yang baru datang itu sebagai seniman muda yang makna muda-nya bukan ditekankan pada usia saja, tapi lebih-lebih pada karya yang konon belum kokoh. Rampai sekali ini akan melihat peristiwa tersebut dengan sudut-pandang yang paling dekat dengan kebenaran karena karya seni sejati tak ada hubungannya dengan usia kreatornya. Usia hanyalah angka-angka. Continue reading “Ari”

Mencecap Oase Timur Tengah

Qaris Tajudin, Angela
http://www.ruangbaca.com/

Novel-novel dari Timur Tengah mulai banyak diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Sayang, pemilihannya masih lemah dan kuno.

Angin padang pasir tampaknya sedang berhembus ke sini. Novel dan karya fiksi para sastrawan Timur Tengah mampir sudah. Sejumlah pengarang yang sebelumnya tak dikenal di sini, kini buku mereka dapat dengan mudah kita jumpai di rak-rak toko buku. Continue reading “Mencecap Oase Timur Tengah”

Lebih Dekat dengan Bustanul Arifin

: Penulis buku Mutiara indah dari Paculgowang

Siti Sa’adah

“Pena yang usang lebih berharga dari ingatan yang tajam”

Siang tidak terlalu terik, minggu, 9 Mei 2010 saya menginjak halaman kantor madrasah diniyah Tarbiyatunnasyiin Paculgowang untuk bertemu Bustanul Arifin dengan maksud wawancara ringan mengenai kiprahnya di dunia kepenulisan yang relatif masih asing bin langka di lingkungan Paculgowang. Continue reading “Lebih Dekat dengan Bustanul Arifin”

Bahasa ยป