Siapa Mau Jadi Orang Indonesia?

Hardi Hamzah*
http://www.lampungpost.com/

MERCY ce livre (terima kasih pada buku), good book is the great friend (buku yang baik adalah kawan setia). Dua istilah Prancis dan Inggris ini tidak dikenal dalam buku Jujur Saya Tidak Jujur karya Sudarmono yang diterbitkan Lampung Post, April lalu.

Tidak dikenal, bukan karena kita tidak pernah berterima kasih pada buku atau melihat buku sebagai barang biasa, tetapi yang terasa memang Sudarmmono dalam bukunya ini, jauh dari barat, jauh dari westernisasi. Continue reading “Siapa Mau Jadi Orang Indonesia?”

Diah Hadaning: Dewi Penumbuh Benih

Iwan Gunadi*
http://www.lampungpost.com/

Buku setebal 700 halaman yang memuat 700 puisi itu diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat siang, 7 Mei lalu. Jumlah puisi tersebut tentu berkaitan dengan 70 tahun usia penulisnya.

Penerbitan dan peluncuran buku itu tentu juga salah satu cara merayakan ulang tahunnya yang ke-70. Ulang tahunnya sendiri sudah berlalu beberapa hari sebelumnya. Tepatnya 4 Mei 2010. Jumlah 700 puisi itu membuktikan produktivitas yang luar biasa seorang Diah Hadaning. Continue reading “Diah Hadaning: Dewi Penumbuh Benih”

Haflah Maiyah Sebagai Titik Koordinat Explorasi

Sabrank Suparno

Satu lagi keunikan yang digebyakkan oleh Jama’ah Ma’iyah. Keunikan yang selalu muncul mendudul kelayakan sejarah.Yakni sebuah kreatifitas yang merujuk balik dari ide-ide nyeleneh yang seolah menjadi ciri khas gerakan Ma’iyah . Keunikan nyeleneh inilah yang selalu ditunggu Jama’ah Ma’iyah dan para pengincarnya. Mungkin dari sekian banyak ide kreatif yang telah tertuang, hal-hal semacam inilah yang membedakan antara model forum yang dipakai Jama’ah Ma’iyah dengan forum-forum lain di Indonesia. Continue reading “Haflah Maiyah Sebagai Titik Koordinat Explorasi”

Menimbang Visi Dewan Kesenian Jombang

(Wawancara dengan Agus Riadi, Ketua DKJ periode 2010-1014)

Fahrudin Nasrulloh

Selama beberapa tahun belakangan, sejak tahun 1993, upaya pembentukan Dewan Kesenian Jombang telah dilakukan oleh kalangan pemerhati budaya di Jombang, salah satu inisiatornya adalah Agus Juadi, namun tidak menemukan kesepakatan yang aklamatif serta karena perbedaan pandangan yang beragam. Continue reading “Menimbang Visi Dewan Kesenian Jombang”

Satrio Kembar: Romantisme Antara Dua Kutub

Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Satrio kembar dalam tulisan ini hanyalah ?interpolasian? yang dapat kita tebarkan ke seluruh wilayah serapan atas poin pemikiran Cak Nun yang begitu luas cakupannya dalam setiap termin acara. Dalam satu kali pertemuan padhang mbulan saja, sesungguhnya dapat kita jabarkan menjadi berjilid-jilid buku ensiklopedia yang teramat sangat afunturir, menjelajahi keluasan cakrawala ilmu. Namun keterlepasan antara dua kutub keilmuan itu tidak lantas kepyar tanpa makna. Tetapi selalu diikat dalam satu jalinan titik temu antara dua kutub yang berjauhan. Continue reading “Satrio Kembar: Romantisme Antara Dua Kutub”

Bahasa »