Gus Dur

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Ketika Mahatma Gandhi wafat, ia?yang selama hidupnya antikekerasan dimakamkan dengan upacara militer. Ironis, mungkin juga menyedihkan: bahkan seorang Gandhi tak bisa mengelak dari protokol kebesaran yang tak dikehendakinya.

Seorang tokoh besar yang wafat meninggalkan bekas yang panjang, seperti gajah meninggalkan gading. Kadang-kadang ia hadir sebagai ikon: sebuah tanda yang memberikan makna yang menggugah hati karena melebihi kehendak kita sendiri. Continue reading “Gus Dur”

Trowulan

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

SEBUAH kota abad ke-13 yang hilang di pelosok Jawa Timur mungkin bisa bicara tentang kita.

Sisa-sisanya ditemukan di sebuah tanah lapang di Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Di area seluas 63 x 63 meter persegi itu, di bawah atap rendah, berderet petak galian, semuanya cuma sekitar setengah meter dalamnya. Tapi warna gelap bumi seakan-akan melindungi apa yang hanya sedikit terungkap di sana: bekas-bekas rumah, pola lantai halaman, gerabah yang halus, tangga, lorong parit, gobang, ribuan artefak?. Continue reading “Trowulan”

Watchmen

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Ketika polisi tak ada, dan keadilan terasa asing, muncullah Watchmen. Dalam cerita bergambar karya Alan Moore dan Dave Gibbons ini, sejumlah orang luar biasa perkasa menyamar sebagai vigilante: penyelamat kota dari kekejian, penyelamat Republik dari musuh, bahkan penyelamat dunia dari perang besar Armageddon. Continue reading “Watchmen”

Adiluhung

Goenawan Mohamad
tempointeraktif.com, 02 Jan 1988

TUAN Adigang hidup di sebuah rumah ber-AC sentral yang sejuk, naik Mercy Tiger dan mengenakan arloji Rolex Ovster. Tapi ia, yang nama lengkapnya Drs. Adigang Adigung Adiguna, juga mengagumi Ronggowarsito.

Baginya, pujangga Jawa abad ke-19 itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidupnva di tahun 1987 yang baru berakhir ini. Ronggowarsito, katanya suatu ketika, adalah satu puncak kebudayaan. Dia menunjukkan sesuatu yang adiluhung. Continue reading “Adiluhung”

Nama Itu

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

PADA pertengahan abad ke 18, seorang yang menjelajah kepulauan ini?dan melihat penghu?ni?nya yang berkulit sawo matang seperti orang Polinesia?bertanya kepada diri sendiri: Apa nama manusia ini? Apa nama kepulauan yang mereka diami?

Kemudian pengelana Inggris itu, George Samuel Windsor Earl, memutuskan: ?Indu nesia?. Tapi segera ia berubah pikiran. ?Malayanusia? lebih baik, katanya. Ternyata sebutan ini pun tak lama. Seorang rekannya, James Logan, memilih nama ?Indonesia?. Continue reading “Nama Itu”

Bahasa ยป