Kolase Waktu

Marhalim Zaini
suaramerdeka.com

(Percakapan-Percakapan yang Tak Selesai)

GELAP bangkit seperti kelelawar raksasa yang merentangkan sayap di atas kampung ini. Agaknya, malam di mana-mana, selalu menanggungkan kecemasan yang tak mudah diuraikan. Terasa berat, memekat, misterius, itulah hitam. Kalaupun ada gangguan kosmis yang secara tak disangka-sangka bersilang sengkarut di depan mata telanjang kita, apalagi di belakang punggung kita, tak ada yang bisa diperbuat selain diam. Continue reading “Kolase Waktu”

Nyanyian Penggali Kubur

Gunawan Budi Susanto
suaramerdeka.com

PENGGALI Kubur! Itu pekerjaannya dan itu pula yang kemudian menjadi namanya. Sudah 44 tahun dia bekerja. Setiap hari, setidaknya dia menggali satu liang kubur. Jadi selama 44 tahun, total jenderal dia sudah menggali 16.060 liang kubur.

Dia menggali kubur setiap hari sejak berusia 15 tahun. Dia menggali di setiap pekuburan di kota kami. Tak cuma menggali, dia juga terlibat penguburan. Dalam beberapa kasus, dia sendirian mengubur si mati. Itulah mayat orang yang semula dikenal sebagai orang gila. Continue reading “Nyanyian Penggali Kubur”

Jizhongya

TE. Priyono
kr.co.id

“awan yang terbang, membawa angan angan kita, salju yang turun, menyuburkan tanah harapan kita, lembah Hebei yang subur, tanah kenangan kita, siapa yang pergi kabarkan cerita, kami menjaga tanah kelahiran sampai saatnya buah buah Jizhongya di petik penuhi keranjang di musim panen raya”

BEGITU potongan syair lagu anak-anak yang masih mengental di ingatannya, selalu dilantunkan meskipun dia tidak faham sepenuhnya akan makna syair itu. Continue reading “Jizhongya”

Tarian Hujan

Uniawati
kendaripos.co.id

Hujan pagi ini telah membuat tubuhku beku oleh rasa dingin yang menusuk semua persendian tulangku. Hariku terasa lebih cepat berkurang dengan datangnya titik hujan. Hujan sepertinya mengantarkan vonis itu lebih cepat tiba. Semua jenis obat yang diberikan dokter padaku tidak juga dapat melenyapkan rasa ngilu ini yang rutin membuatku tidak berkutik setiap kali hujan turun. Entah kenapa setiap hujan datang, aku tidak akan pernah bisa menyambutnya dengan bersuka ria. Continue reading “Tarian Hujan”

Partonun

Budi P. Hatees
http://www.sinarharapan.co.id/

Jari-jemari Inang seperti punya mata, meniti di rentangan helai demi helai benang kain tenun berwarna hitam, lalu menyusup untuk mengaitkan benang warna-warni di antara benang-benang itu hingga terbentuk ornamen-ornamen indah. Jari-jemari itu seolah bisa membedakan warna setiap benang yang terserak di sekitarnya, yang diraih Inang tanpa melihatnya. Ada puluhan benang, digulung dalam kertas hingga membentuk bulatan-bulan sebesar kelereng, sehingga gampang keluar-masuk di antara benang-benang yang tipis. Continue reading “Partonun”

Bahasa ยป