Para Pengikut Nabi

M.D. Atmaja

Di suatu hari yang biasa, Dhimas Gathuk mampir sejenak ke warkop, warung kopi, untuk melepaskan kejemuan akan rutinitasnya. Warung kopi yang telah mempertemukan dirinya dengan banyak orang dihari itu tidak terlalu ramai. Orang-orang yang datang pun beberapa dia kenal dengan baik. Beberapa yang lain sering bertemu dalam tatapan mata dan senyuman. Dhimas Gathuk duduk pada kursi panjang, sendirian saja sambil menikmati rokok filter berlogo sembilan bintang itu. Continue reading “Para Pengikut Nabi”

Di Atas Bukit Di Bawah Langit

M.D. Atmaja

Anak manusia, lelaki, tapi dasar dia adalah seorang Lelaki Pendosa. Dia memang lelaki, namun tubuhnya tidak sekuat jiwanya dalam menempuhi hari. Lelaki kurus yang diberati timbangan dosa. Sepertinya dia tidak pernah perduli akan itu. Dia terus mengembara, menempuhi perjalanan yang terasa semakin semakin memukau semenjak kedatangan Perempuan Pendoa di dalam langkah perjalanan sunyi. Kakinya berkelana, tangannya yang lentik bermain kata menyeret seorang perempuan yang telah memenjara jiwanya. Perjalanan Lelaki Pendosa harus ada Perempuan Pendoa di sana, sebab jiwa sang lelaki telah terlumpuhkan begitu saja. Terlumpuhkan tanpa peperangan. Menyerah tanpa pemberontakan. Continue reading “Di Atas Bukit Di Bawah Langit”

Pamungkas Asmara

Sunlie Thomas Alexander
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

Nujum Iblis Buta

?…AKU tak akan mati selama dosa dan kejahatan masih ada di dunia ini. Aku telah bersumpah demi arwah nenek moyangku, untuk membunuhmu lalu menghisap darahmu!?

Begitulah nujummu jatuh atas diri sendiri, Iblis Buta! Continue reading “Pamungkas Asmara”

Surat Terakhir di Almari

Denny Mizhar

Semalaman Ia tak pulang ke rumah. Tidak biasanya menginap di luar. Biasanya pamit dan memberi tahu jika ada kepentingan di luar rumah? bila tak pulang. Anaknya juga bertanya ke mana Bapaknya tak kelihatan seharian. Sebab ketika Ia tak pulang, tidak lupa menelpon anaknya, sekedar tanya kabar dan menanyakan sudah makan atau belum. Aku semakin khawatir saja, apalagi tadi sore ada telphon misterius, menanyakan suamiku di mana, aku tanya siapa namanya tidak menjawab. Semakin ngotot saja, padahal sudah aku bilang Ia tidak di rumah. Di akhir telphonnya dia mengunakan ancaman. Continue reading “Surat Terakhir di Almari”

Bahasa ยป