Bangkai

Dedy Tri Riyadi

Sebaik-baik menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga, begitu pepatah yang menunjukkan bahwa orang tidak bisa menyimpan begitu saja kesalahan atau dosa. Tetapi, tokoh kita ini senang sekali menyembunyikan banyak hal-hal ganjil di dalam kepalaku, seolah kepalaku adalah kuburan bagi bangkai-bangkai yang ia bawa ketika mengunjungiku. Continue reading “Bangkai”

KOPLO

Indra Tjahyadi *

Koplo, begitulah orang kampung kami biasa memanggilnya. Dia terlahir dengan nama Supeli. Emaknya, Mbok Dar, adalah seorang bekas pelacur murahan yang ketika masih dines dulu sering terkena penyakit kelamin. “Sipilis!” begitu kata Kak Muali, seorang bandar dadu yang rumahnya persis di sebelah rumahku, beberapa tahun yang lalu. Continue reading “KOPLO”

WAFATNYA JOEN SOEGANDA

Taufiq Wr. Hidayat *

Bagi orang sepenting Joen Soeganda—yang kaya dan berkuasa, kepergiannya meninggalkan dunia fana ini disebut “wafat” atau “mangkat”. Dan bagi yang tidak sepenting Joen Soeganda, orang akan menyebut kematian seseorang dengan kata “tewas”, “mati”, “modar”, “beres”, “selesai”, “tamat”, atau “dead”. Kata-kata kasar seperti itu sangat tidak layak untuk menyebut kematian Joen Soeganda. Siapa yang berani berkata seperti itu? Joen Soeganda bukan orang sembarangan! Dia orang mulia, orang agung, baik, kaya raya, gemar memberi sembako sama orang-orang miskin. Bahkan kata “wafat” untuk menyebut kematiannya pun terasa kurang sopan. Continue reading “WAFATNYA JOEN SOEGANDA”

Bahasa »