Tebing

Yetti A. KA
lampungpost.com

BELAKANGAN, aku sering merasa tiba-tiba berada di tepi tebing. Tebing yang sangat sepi. Aku tak berani melihat ke bawah, tapi aku bisa menyelam ke dasar yang gelap, teramat gelap; dinding napal yang basah, pohon-pohon dengan duri di sepanjang batang atau ranting-ranting kecil yang tajam, juga nyanyian sayup yang misterius dan terus membujuk: biarkan kami mengambil jiwamu yang sakit dan gelap. Continue reading “Tebing”

Lan Laku Kala Mangsane

Akhiriyati Sundari

Setiap pertemuan selalu menyematkan risalah sebagai salah satu rahasia penting dalam hidup. Nyaris selalu. Kadang ia begitu menggelisahkan. Kadang ia menjadi begitu sukar dirumuskan. Namun tak jarang justru ia menjadi hal remeh-temeh yang luput dari pandangan sekaligus membisik lirih; “abaikan!”. Setiap pertemuan lantas berubah ujud menjadi sebuah koleksi peristiwa yang layak disematkan sebagai “berharga”. Continue reading “Lan Laku Kala Mangsane”

Tembakan

Aleksandr Pushkin (1799 – 1837)
diterjemahkan: Delvi Yandra

Home

Ketika muda, aku adalah seorang tentara di angkatan darat. Kami tinggal di sebuah kota kecil. Hidup sungguh terasa membosankan. Tidak ada gadis-gadis. Hanya tentara yang saling bertemu setiap hari. Kami makan malam bersama, mabuk bersama dan bermain kartu bersama. Continue reading “Tembakan”

Desember yang Beku

Cikie Wahab *

Home

Saat mendarat di Trudeau International Airport, Ink buru-buru menemui Bonita di ruang kedatangan. Perjalanan selama empat puluh dua jam itu membuatnya begitu lelah. Bonita menyambutnya dengan riang. “Welcome!”

“Oh, Boni,” kata Ink ketika mendapati Bonita ada di depannya dan langsung memeluknya. Continue reading “Desember yang Beku”

Ranting Bergoyang

Naning Pranoto
http://www.suarakarya-online.com/

Kita maksudku, aku dan kau, kini berada di dua titik berbeda: jauh dan makin jauh. Kita adalah dua orang asing. Itu menurutku. Sejak? Ya, sejak kau berubah. Mula-mula, kau ubah namamu. Berikutnya, kau ubah tata rambutmu yang semula lurus hitam sepanjang punggungmu, dipangkas jadi sejengkal berwarna merah wortel bergaya paku menantang langit. Hidungmu juga meruncing setelah kau kembali dari Singapura. Continue reading “Ranting Bergoyang”

Bahasa »