Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (VI)

Nurel Javissyarqi

VI
Data-data di bawah ini jumputan sepintas dari Wikipedia, sedangkan urutannya mengikuti buku “Tanah Air Bahasa, Seratus Jejak Pers Indonesia” terbitan I:boekoe, Cetakan I, Desember 2007. Baca selengkapnya “Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (VI)”

Istilah pencarian yang masuk:

Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (V)

Nurel Javissyarqi

V
Nurel: “Pak Yamin, Bapak Ki Hadjar Dewantara pengen nimbrung.”

Yamin: “O… Mas Dewantara, dipersilahkan masuk, Nurel.”

Nurel: “Ya Bapak” (Selanjutnya mereka berdua ngobrol dan saya membuka Laptop).

Dewantara: “Assalamualaikum”

Yamin: “Waalaikumsalam” Baca selengkapnya “Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (V)”

Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (IV)

Nurel Javissyarqi

IV
Yamin: “Sebelum berlarut, ambilkan pengertian Sumpah Palapa lebih dulu di Wikipedia.”

Nurel: “Ya Bapak. Sumpah Palapa ialah suatu pernyataan atau sumpah, yang dikemukakan Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit, 1258 Saka (1336 M). Sumpah ini ditemukan pada teks Jawa Pertengahan Pararaton yang berbunyi: “Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa.”Terjemahannya, “Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa.” Baca selengkapnya “Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (IV)”