Epilog: Kulya dalam Relung Filsafat

Epilog: Sugesti Berhulu Ledak
Nurel Javissyarqi

Aku tak tahu pasti, sugesti atau nyanyian keyakinan, firasat ataukah ‘ngelayap.’ Ini paparan ‘suwong,’ sebab tanpa duga, tanpa nyana, memasuki ujung tarian pena, dan tidak berharap menjilat. Segalanya berdenyutan dipercepat irama runtut, memasuki selubung patut diurut-dirunut, kemana berlarinya tiada engkau turut. Continue reading “Epilog: Kulya dalam Relung Filsafat”