SUARA-SUARA SAKTI

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Bukankah setiap suara mempunyai gemanya sendiri? Bukankah tiap bunyi yang menderas dan menjuntak niscaya akan segera menemukan ‘tatapan ke bidang datar’ yang membuatnya segera hincit dan menjerit? Di kala diriku akan menghitung pilahan bunyi yang muncul dari permukaan bumi ini, terasalah bahwa aku menemukan suara-suara sakti. Suara, yang bukan lagi dipersoalkan sebagai ‘sawur sekar’ yang tersebar dan terserak – melainkan suatu tetawur yang memiliki sempyur-sempyur yang mengucapkan penggenahannya. Continue reading “SUARA-SUARA SAKTI”

Memaknai Puasa dengan Puisi Tardji

31 Agustus 2008, Jawa Pos
Kuswaidi Syafi’ie

Ibadah puasa adalah sebujur ritual yang paling rahasia di antara sekian ritual yang lain. Salat, zakat, dan haji adalah ritual-ritual yang selalu ”terpublikasikan” dengan sendirinya dan bersinggungan secara langsung dengan orang-orang sekitar. Sementara puasa sepenuhnya merupakan ”perjumpaan aku-Engkau” yang tidak mungkin terendus oleh siapa pun yang lain kecuali kalau perjumpaan sakral itu sengaja dipamerkan. Continue reading “Memaknai Puasa dengan Puisi Tardji”

LENGKUNG YANG RANGKUNG

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Cecilia yang manis.
Mengapa menelungkupi kehidupan – di kala manusia hendak mencenungi peruntungan sendiri? Mengapa menelungkupi gairah dalam kedalaman sunyi, padahal apa yang terngiang dan terbilang sebenar-benarnya merupakan gumpalan yang menebal? Mengapa sibuk memilah-milah kepergian satu misal, sedangkan perumpamaan yang derai-derai tiba menjadi intinya? Mengapa menyesali terpugarnya bangunan tua, padahal kala dirimu menelusuri bangsal-bangsalnya yang putih dan bening, ada yang terasa terkecoh? Continue reading “LENGKUNG YANG RANGKUNG”