SASTRA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Ketika Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, menegaskan pernyataan sikap para pemuda Indonesia: ?bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,? saat itulah identitas etnis ?diwakili Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Continue reading “SASTRA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA”

Pengarang Indonesia dan Dunia yang Terbuka

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

USAI Idul Fitri 2007 lalu Pemrov DKI Jakarta kembali merazia kaum urban baru, seakan menegaskan lagi “ketertutupan” Jakarta bagi mereka. Tetapi bagi kaum pengarang hal itu kini tidak penting-penting amat. Mau terbuka atau tertutup Jakarta bukan lagi yang memiliki fasilitas terlengkap dan oleh karena itu harus diserbu. Dunia telah berubah. Juga Tanah Air, berkat kemajuan teknologi informasi-komunikasi. Continue reading “Pengarang Indonesia dan Dunia yang Terbuka”

Mereka Bilang Saya Monyet

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Pada dekade ini setidaknya ada tiga buah buku sastra memakai judul primata yang mirip kita itu. Maklumlah masih satu keluarga hominoid. Buku-buku itu adalah “Mereka Bilang, Saya Monyet” karya pengarang Djenar Maesa Ayu, yang mengalami cetak ulang berkali-kali, “Kera di Kepala” karya sastrawan eksil yang gaek, Soeprijadi Tomodihardjo, serta “Sepasang Kera yang Berjalan dari Pura ke Pura” karya saya. Continue reading “Mereka Bilang Saya Monyet”

Seni dan UU Pornografi

Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/

LIRIK lagu Julia Perez, “Belah Duren”, mensugestikan dunia kamar saat bulan madu pengantin baru, tapi yang dilakukan sepasang muhrim di ruang tertutup itu ada di area abu-abu. Antara mereka membelah duren dan memakannya, dan membesarkan retak duren lain yang tidak pernah matang dan membusuk. Dengan tehnik bernyanyi sugestif yang sadar, gesture tubuh saat menyanyi dan kondisioning musiknya kita bisa menangkap duren mana yang dimaksud lagu itu. Lirik tidak lagi netral. Continue reading “Seni dan UU Pornografi”

Pancasila bukan Pencak Silat

Aridus
http://www.balipost.co.id/

DI Jakarta, 1 Juni , 62 tahun silam, Ir. Soekarno menyampaikan uraiannya tentang Dasar Negara di depan anggota Dokuritsu Junbi Choosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI). Kala itu, Fat Boy dan Little Boy — julukan dua bom atom Amerika Serikat (AS) — belum memporakporandakan dua kota industri Jepang, Nagasaki dan Hiroshima. Sedangkan bala tentara Dai Nippon yang terkenal kejamnya, masih menduduki sebagian besar wilayah Indonesia. Continue reading “Pancasila bukan Pencak Silat”