jurnalnasional.com
Sepuluh Lanturan Tentang Hutan
i
Malam adalah telur yang menetas,
dan aku ingin kau tak menetaskanku.
Begitu berwarni perangai mimpi,
sedang pagi tinggal kuning tai Continue reading “Sajak-Sajak A. Muttaqin”
jurnalnasional.com
Sepuluh Lanturan Tentang Hutan
i
Malam adalah telur yang menetas,
dan aku ingin kau tak menetaskanku.
Begitu berwarni perangai mimpi,
sedang pagi tinggal kuning tai Continue reading “Sajak-Sajak A. Muttaqin”
Judul Buku: bREAKFAST AT TIFFANY’S
Pengarang: Truman Capote
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penerbit: Serambi, 2009
Tebal: 164 halaman
Harga: Rp 27.900
Peresensi: Anton Kurnia *
ruangbaca.com Continue reading “Novel Klasik tentang Cinta dan Materialisme”
Judul: Old Surehand 1 – Oase di Llano Estecado
Penulis: Karl May
Penerjemah: Primadiana Hermila Wijayanti (koord), dkk
Penyunting: Andrea K. Iskandar, Pandu Ganesa
Penerbit: Pustaka Primatama & PKMI
Cetakan: I, Nov 2008
Tebal: x + 534 hlm
Peresensi: Hernadi Tanzil
ruangbaca.com Continue reading “Pelajaran Kemanusiaan di Gurun Llano Estecado”
Surjorimba Suroto
http://www.ruangbaca.com/
Mereka layaknya Lima Sekawan atau Sapta Siaga-nya Enid Blyton.
Banana Publishing, yang sebelumnya pernah menerbitkan novel grafis Ekspedisi Kapal Borobudur: Jalur Kayu Manis (2007), kembali dengan produk terbarunya. Eendaagsche Exprestreinen membawa misi serupa dengan pendahulunya: mengenalkan sedikit sejarah bangsa Indonesia dalam format gambar dan cerita fiksi. Fokus utamanya adalah perkeretaapian Indonesia pada awal abad ke-20, pada masa Hindia Belanda. Continue reading “Detektif Cilik di Kereta Hindia Belanda”
Bagja Hidayat
http://www.ruangbaca.com/
Sekumpulan tulisan yang menyerang sanjung-puji para kritikus terhadap para penulis perempuan Indonesia mutakhir. Argumentasinya mantap.
Dalam lima tahun terakhir ladang sastra kita ramai oleh gunjingan telah terjadi krisis kritik sastra. Mutu kritik dituding tak bisa mengimbangi membanjirnya karya sastra sebagai objek kritik dengan tumbuhnya media massa dan penerbitan. Pendeknya, kritik sastra kita, sebagai sebuah ranah sastra tersendiri, sudah mati. Continue reading “Suara Lain dari Seberang”