Merayakan Ruang Perjumpaan

Adhi Pandoyo

“Ketika saya melihat seni patung India, saya amat takjub dan kagum sebab hasil seninya langsung berkesan pada saya. Tapi bila saya melihat sesuatu hasil Eropa yang baik, kesan yang pertama saya terima ialah tehniknya. Ambillah sebagai contoh seni pahat Rodin. Kesan saya ialah betapa pintarnya ia, betapa reel dan naturalistisnya ia menguasai bentuk. Tapi bila semua hal-hal tersebut saya lupakan, barulah terlihat oleh saya isi seninya. Jadi untuk mengerti ketinggian nilai seni Rodin sangat lama makan waktu, sedang pada seni India, impresi itu demikian besarnya, hingga bagi saya tak ada waktu untuk melihat kepintaran dalam soal-soal bentuk atau hal-hal lain.” (Ceramah Affandi di Sorbonne, Perancis, 1953). Continue reading “Merayakan Ruang Perjumpaan”