KUDEKAP DIRIMU
kudekap dirimu dengan doa-doa.
merambah semesta tanpa was-was atau pun waspada.
kudekap dirimu dengan doa-doa.
melabuh cinta dengan seluruh rasa yang kupunya. Continue reading “Sajak-Sajak Agus R. Subagyo”
KUDEKAP DIRIMU
kudekap dirimu dengan doa-doa.
merambah semesta tanpa was-was atau pun waspada.
kudekap dirimu dengan doa-doa.
melabuh cinta dengan seluruh rasa yang kupunya. Continue reading “Sajak-Sajak Agus R. Subagyo”
LANGKAH KECIL BOCAH MENULIS SEJARAH DIRI
langkah-langkah kecil bocah-bocah yang hatinya memancar cahaya.
tak pernah terhenti walau aral rintang menghadang.
langkah-langkah kecil bocah-bocah yang hatinya memijar bara.
walau nyatanya tak berpunya.
tetap terayun mengayun tak kenal tatih.
tak kenal letih. Continue reading “Puisi-Puisi Agus R. Subagyo”
DIALOG PETANG UNTUK NIEK
1.
ketika matahari sombong menggantang ubun-ubun, ikutlah pula mendakinya. walau sebentar lagi lembayung menyelimuti mimpi matahari, istirah sejenak untuk esok merakit kembali. belum usai perjalanan. Continue reading “Puisi-Puisi Agus R. Subagyo”
Much. Khoiri *
SIAPA bilang petani tidak bisa menulis? Siapa bilang petani hanya masyarakat pinggiran yang telah lama dipinggirkan dan yang kehilangan suara ekspresinya? Tak sedikit orang yang mematahkan stigma semacam itu—bahkan menguatkan temuan bahwa menulis itu bukan urusan profesi (alias lintas batas profesi). Berikut ini saya hadirkan dua dari para petani pengarang di negeri ini, yakni Agus R. Subagyo dan Salman S Yoga. Continue reading “Inspirasi Menulis Dua Petani Pengarang”
Agus R. Subagyo **
Saat Itu dan Nyatanya Saat Ini
Arus globalisasi yang terus bergulir, liberalisasi perdagangan dengan perdagangan bebas seiring dengan perkembangan teknologi membawa perubahan peradaban manusia. Dengan proses pergerakan yang percepatannya tinggi. Banyak sekali kebudayaan yang masuk (diimpor dengan sengaja) ke negara yang sedang carut-marut perekonomiannya seperti Indonesia saat ini. Continue reading “Kepekaan Sosial dengan Kreativitas Berkarya *”